EFEKTIVITAS MODEL DISCOVERY LEARNING BERBANTUKAN PUZZLE LINGKARAN TERHADAP PEMAHAMAN KONSEP PECAHAN SENILAI SISWA KELAS IV SD NEGERI 54 BANDA ACEH
Abstract
Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah “Bagaimanakah deskripsi model discovery learning berbantukan puzzle lingkaran terhadap pemahaman konsep pecahan senilai peserta didik kelas IV SDN 54 Banda Aceh dan Bagaimanakah efektivitas model discovery learning berbantukan puzzle lingkaran terhadap pemahaman konsep senilai peserta didik kelas IV SD Negeri 54 Banda Aceh tahun ajaran 2020. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan model discovery learning berbantukan puzzle lingkaran terhadap pemahaman konsep pecahan senilai peserta didik dan menganalisis efektivitas belajar pemahaman peserta didik melalui model discovery learning berbantukan puzzle lingkaran terhadap pemahaman konsep pecahan senilai. Metode yang digunakan dalam penlitian ini adalah metode deskriptif. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV C di SD Negeri 54 Banda Aceh berjumlah 31 siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi dan soal tes. Sedangkan teknik analisis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah nilai rata-rata dan kriteria ketuntasan efektivitas pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan keseluruhannya Sebelum adanya model discovery learning berbantukan puzzle lingkaran peserta didik memperoleh rerata nilai yang rendah sebanyak 57.74 , sedangkan setelah penggunaan model discovery learning peserta didik mendapatkan rerata nilai sebanyak 85.96, rata-rata gain ternomalisa 0.69 masuk kedalam kriteria sedang, dan terjadi ketuntasan klasikal pada penelitian ini yaitu dengan menunjukkan hasil dengan taraf signifikan α = 0.05 menunjukkan bahwa nilai zhitung = 13.28. Tabel distribusi z diperoleh ztabel = 1.96, karena Zhitung > Ztabel maka dapat disimpulkalkan bahwa Ho ditolak dan H1 diterima atau model discovery learning berbantukan puzzle lingkaran dapat meningkatkan pemahaman konsep pecahan senilai peserta didik kelas IV SD N 54 Banda Aceh dan memenuhi kriteria dari keefektivan dari suatu model pembelajaran yang digunakan, artinya kelas eksperimen ini “mengalami peningkatan” kemampuan pemahaman konsep pecahan senilai dan masuk kedalam kriteria yang “efektif”. Rekomendasi dari penelitian ini adalah melalui model discovery learning berbantukan puzzle lingkaran dapat memberikan kontribusi pada perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjadi bahan kajian serta referensi untuk penelitian selanjutnya.
Keywords
Efekivitas, Model Discovery Learning, Puzlle Lingkaran, Pemahaman Konsep, Pecahan Senilai
References
Arikunto, S. 2013. Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
Arikunto, S. 2006. Prosedur Penelitian. Rineka Cipta.
Balim, A.G. 2009. The Effect od Discovery Learning on Studens' Succesand Inquiry Learning Skills. Eurasian Journal of Educational Research.35: 1- 25.
Chris. 2011. Effective Teaching: Theory and Practice. (Alih Bahasa: M. Khozim). Bandung: Nusa Media.
Company, LLC Abruscato, Joseph. 1996. Teaching Children Science A Discovery Approach. Needham Heights, MA: A Simon & Schuster.
Daryanto. 2009. Panduan Proses Pembelajaran Kreatif & Inovatif: Teori & Praktik dalam Pengembangan Profesionalisme bagi Guru. Jakarta: Av Publisher.
Dimyati dan Mudjiono. 1999. Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Rineka Cipta.
Djamarah, S. B. dan Zain, A. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Djemari Mardapi. 2008. Teknik Penyusunan Instrumen Tes dan Nontes. Jogjakarta: Mitra Cendikia.
Hanafiah, N. dan Suhana, C. 2012. Konsep Strategi Pembelajaran. Bandung: Rafika Aditama.
Jumatin. 2010. Pengaruh Model Pembelajaran Discovery dan Behaviorial terhadap Kualitas dan Hasil Belajar dalam Perkuliahan Perkembangan Peserta Didik. Skripsi. Yogyakarta: UNY Kyriacou.
Kemendikbud. 2013. Model Pembelajaran Penemuan (Discovery Learning). Jakarta: Kemendikbud.
Mahmoud, Abdelrahman Kamel. 2014. “The Effect of Using Discovery learning Strategy in Teaching Grammatical Rules to First Year General Secondary Student on Developing Their Achievement and Metacognitive Skills”. International Journal of Innovation and Scientific Research ISSN 2351- 8014 Vol. 5 No. 2 Jul. 2014, pp. 146-153. Egypt: Fayoum University.
Markaban. 2008. Model Penemuan Terbimbing Pada Pembelajaran Matematika Sd. Yogyakarta: Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Matematika.
Marion G and Jan McCoy. 2010. Competency-Based Nursing Education. New York: Springer Publishing.
Mulyasa. 2002. Kurikulum Berbasis Kompetensi. Bandung: Remaja.
Puspita, S. A. R., Pitadjeng, dan Nugraheni. 2013. “Peningkatan Kualitas Pembelajaran Geometri Berbasis Discovery Learning melalui Model Think Pair Share”. Joyful Learning Journal/ Vol.2 No.3, 1-9.
Qorri'ah. 2011. Penggunaan Metode Guided Discovery Learning untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Siswa . Yogyakarta: UNY.
Roestiyah N. K. 2008. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Sani, R. A. 2013. Inovasi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Sembiring, S. 2009. Menjadi Guru Sejati. Yogyakarta: Galang.
Siregar, S. 2003. Statistik Parametrik untuk Penelitian Kuantitatif. Jakarta: Bumi Aksara.
Sudjana, N. 2002. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sudjana, 2005. Metode Statistika. Bandung: Tarsito.
Sulaiman, E. 2004. Pengenalan Pedagogi. Johor: Universiti Teknologi Malaysia.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Pendidikan: Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Sutman, Frank X., Schmuckler, J.S., and Joyce D.W. 2008. The Science Quest: Using Inquiry/Discovery to Enhance Student Learning. San Francisco: Jossey Bass.
Syah, M. 2005. Psikologi Pendidikan dengan Pendekatan Baru. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Yamin, M. 2012. Strategi Pembelajaran Berbasis Kompetensi. Jakarta: Gaung Persada.
Yulaelawati, E. 2004. Kurikulum dan Pengembangan: Filosofi, Teori dan Aplikasi. Bandung : Pakar Raya.