HUBUNGAN KESEIMBANGAN DAN KEKUATAN OTOT TUNGKAI DENGAN KEMAMPUAN TENDANGAN LURUS PADA ATLET PENCAK SILAT BINAAN DISPORA ACEH BESAR TAHUN 2020
Abstract
Keseimbangan merupakan kemampuan untuk mempertahankan sistem neuromuscular tersebut dalam suatu posisi atau sikap yang efisien selagi kita bergerak sedangkan kekuatan merupakan kemampuan otot untuk mengerahkan kekuatan maksimal dalam waktu yang amat singkat dan tendangan lurus adalah salah satu teknik dalam pencak silat. yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut : Bagaimanakah hubungan keseimbangan dan kekuatan otot tungkai dengan kemampuan tendangan lurus pada atlet Pencak silat Binaan Dispora Aceh besar Tahun 2020. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah Untuk mengetahui seberapa besar hubungan keseimbangan dan kekuatan otot tungkai dengan kemampuan tendangan lurus pada atlet Pencak silat Binaan Dispora Aceh Besar Tahun 2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis metode korelasional (correlation research), yang menjadi tujuan penelitian adalah untuk, mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua atau tiga variabel yang diteliti. Berdasarkan hasil penelitian di atas diketahui Keseimbangan Pada Atlet Pencak Silat Binaan Dispora Aceh dengan rata-rata keseimbangan 45 dan diperoleh standar deviasi Keseimbangan pada atlet pencak silat binaan dispora Aceh Besar adalah 9,4. Sedangkan hasil kekuatan otot tungkai Pada Atlet Pencak Silat Binaan Dispora Aceh Besar rata – rata 208 dan standar deviasi Kekuatan Otot Tungkai Pada Atlet Pencak Silat Binaan Dispora Aceh adalah sebesar 46,84. Dan hasil rata - rata kemampuan tendangan lurus Pada Atlet Pencak Silat Binaan Dispora Aceh Besar yaitu 22 dan standar deviasi Kemampuan Tendangan Lurus Pada Atlet Pencak Silat Binaan Dispora Aceh adalah sebesar 2,6. Dari perhitungan koefisien determinasi kontribusi keseimbangan, kekuatan otot tungkai terhadap Kemampuan Tendangan Lurus Pada Atlet Pencak Silat Binaan Dispora Aceh Besar diperoleh sebesar 2,161 dengan kategori sangat kuat. Dapat dilihat dari hasil persentase hasil penelitian Keseimbangan terhadap Kemampuan Tendangan Lurus 0,29%, kekuatan otot tungkai terhadap kemampuan tendangan lurus 46,7%, Dari hitungan keseimbangan, kekuatan otot tungkai dan kemampuan tendangan lurus dengan nilai persentase 46,68%. Hasil hipotesis, diperoleh nilai t-hitung sebesar 2,522 sedangkan t-tabel dengan derajat kebebasan 2-7 (dk =5) pada taraf signifikasi α = 0,05 adalah sebesar 2.015. Hal ini berati nilai t-hitung lebih besar dari nilai t-tabel. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara keseimbangan dan kekuatan otot tungkai dengan kemampuan tendangan lurus pada atlet pencak silat binaan Dispora Aceh Besar tahun 2020.
Keywords
Kata Kunci : Keseimbangan, Kekuatan Otot Tungkai, Tendangan Lurus, Atlet Pencak Silat, Aceh Besar
References
DAFTAR PUSTAKA
Alwi, H. (2008). Http://blogjunaidikucinghitam.blogspot.com/2013/02/pengertian-pencak silat.html
Ariesbowo, Fekum. (2008). Menjadi Pesilat. Jakarta: Be Champion.
Arikunto, Suharsimi. 2002. Metodologi Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Arikunto, Suharsimi. 2006. Prosedur Penelitian. Rineka. Jakarta. Mahendra.
Arikunto, Suharsimi. 2006. Metodelogi Penelitian. Jakarta: Renika Cipta.
Arikunto, S. (2010). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: PT. Rineka Cipta
Bompa, T. O. (2008). Theory and Methodology pf training (The Key to Athletic Performance). Dubuque: Kendall/Hull Publishing.
Fenanlampir. A. (2015). Tes dan Pengukuran Dalam Olahraga,Yogjakarta: CV Andi Offset.
Giriwijoyo, dkk. 2005. Manusia dan Olahraga. Bandung. Penerbit ITB.
Hariyadi, R. K. S. (2002). Teknik Dasar Pencak Silat Tanding. Jakarta: Dian Rakyat
Harsono. (2001). Coaching dan Aspek-Aspek Psikologis Dalam Coaching,Jakarta: CV Tambak Kusuma.
https://online-journal.unja.ac.id/csp/article/download/707/635/
https://ejournal.unib.ac.id/index.php/kinestetik/article/view/3474
https://eric.ed.gov/?q=balance+and+leg+muscle+strength&id=EJ1008164
IPTEK MENPORA. 1999. Takaran Latihan Kelentukan. Jakarta
Irianto, Djoko Pekik. 2002. Bugar dan Sehat dengan Berolahraga. Yogyakarta: Andi Yogyakarta.
Ismaryati. 2006. Tes dan Pengukuran Olahraga. UNS Press, Surakarta.
Ismaryati. 2008. Tes dan Pengukuran Olahraga. UNS Press, Surakarta.
Jhonson & Nelson (2000). Https://repository.unib.ac.id/9039/1/I%2CII%2CIII%2CII-14-fac.FK.pdf
Kriswanto, E. S. (2015). Pencak Silat. Yogyakarta: Pustaka Baru
Lubis, Johansyah. (2004). Pencak Silat Panduan Praktis. Jakarta: Rajawali Sport
Moleong, Lexy. (2006). Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT. Remaja Rodakarya
Nugroho, Agung. (2001). Diktat Pedoman Latihan Pencak Silat. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Yogyakarta.
Nugroho, Agung. (2004). Dasar-Dasar Pencak Silat. (Fakultas Ilmu Keolahragaan, Ed.).Yogyakarta: Universitas Negeri Yogyakarta.
Pate, Rotella. 20033. Prinsip-Prinsip Keseimbangan. Jakarta.
PB.IPSI. (2000). Peraturan Pertandingan Olahraga Pencak Silat Dan Perwasitan. Jakarta: KONI Pusat.
R. Kotot Slamet Hariyadi. (2000). Tekhnik Dasar Pencak Silat Tanding, Jakarta
Riduwan. 2005. Prosedur Penelitian. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Sudjana, (2005). Metode Statitiska. Bandung: PT. Tarsito
Sugiyono, (2013). Statistika Untuk Penelitian. Bandung: CV. Alfabeta
Sugiyono. (2013). Metode Penelitian Pendidikan, Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif dan R&D. Cet ke-18. Bandung: Alfabeta
Suharsimi, Arikunto. (2002). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek Edisi Revisi V. Jakarta: Rineka Cipta.