PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI (SOMATIS, AUDITORI, VISUAL, DAN INTELEKTUAL) TERHADAP KOMPETENSI PENGETAHUAN IPA SISWA KELAS V SD NEGERI 19 BANDA ACEH
Abstract
Hasil observasi awal yang dilakukan pada siswa kelas V di SD Negeri 19 Banda Aceh yang mengobrol dengan temannya ataupun tidak focus ketika guru menyampaikan materi. Ketika guru menyampaikan pertanyaan tidak fokus siswa kurang antusias bahkan terkesan pasif dalam menjawab pertanyaan karena pelajaran IPA dianggap membosankan dan tidak menyenangkan.Rumusan dalam penelitian ini apakah model pembelajaran SAVI berpengaruh terhadap kompetensi pengetahuan siswa di SD Negeri 19 Banda Aceh, bagaimanakah keterlaksanaan aktivitas guru dan siswa saat penerpaan model SAVI dan bagaiamna kevalidan perangkat pembelajaran yang menggunakan model SAVI dan bagaiamna respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran SAVi dalam pembelajaran IPA di SDN 19 Banda Aceh. Adapun tujuan dalam penelitian untuk mengetahui pengaruh, aktivitas, kevalidan dan respon siswa terhadap penerapan model pembelajaran SAVi (Somatis, Auditori, Visual dan Intelektual) dalam pembelajaran IPA di SDN 19 Banda Aceh. Jenis Penelitian ini Eksperimen, populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas V di SDN 19 Banda Aceh, sampel dalam penelitian ini 30 orang siswa. Teknik pengumpulan data menggunakan tes, observasi, checklist, dan angket. Hasil penelitian menunjukkan bahwaterdapat perbedaan hasil belajar sebelum dan sesudah siswa diajarkan dengan menggunakan pembelajaran SAVI. Nilai rata-rata pada saat pre test sebesar 71,83. Sedangkan pada saat post test meningkat menjadi 80,00. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAHasil penelitian diperoleh menunnjukkan nilai t hitung = 2,74 dan t tabel = 1,699. Hal ini menunjukkan bahwa nilai t > t dan menyimpulkan bahwa hipotesis alternative (ha) yang berbunyi “terdapat hubungan antara model SAVI dan kompetensi pengetahuan pada mata pelajaran IPA” dapat diterima.Siswa di SDN 19 Banda Aceh memberikan respon yang baik terhadap penggunaan model pembelajaran SAVI. Hal ini dikarenakan model pembelajaran SAVI memberikan motivasi belajar pada siswa dan memberikan kesempatan berpikir pada siswa sehingga siswa dapat memecahkan masalah yang berkaitan dengan materi pelajaran.
Keywords
Model Pembelajaran SAVI, Kompetensi Pengetahuan IPA
References
A., Sumanto M. 2014. Statistika Terapan. Yogyakarta: Center of Academic. Publishing Service.
Abdul Majid. 2008. Perencanaan Pembelajaran, Mengembangkan Standar. Kompetensi Guru. Jakarta: PT. Rosda Karya.
Ahmad Slamet, dkk. 2007. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Depdiknas.
Jabrohim. 2001. Cara Menulis Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Andi Prastowo.2012. Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta: Diva Press.
Aqib, Zainal, dkk. 2011. Penelitian Tindakan Kelas untuk Guru SD, SLB, dan TK. Bandung: Yrama Widya.
Arifin. 2011. Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R & D. Bandung: Alfabeta.
Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Aris, shoimin. 2014. 68 model pembelajaran inovatif dalam kurikulum 2013. Yogyakarta : Ar-Ruzz Media.
Basuki, Ismet dan Hariyanto. 2014. Asesmen Pembelajaran. Bandung: PT Remaja. Rosdakarya.
Borich, Gary D. 1994. Observation Skills for Effective Teaching. The University of Texas: USA
Dahar, Ratna Willis. 2011.Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta : Penerbit. Erlangga. Fokheim.
Darmojo, Kaligis. 1992. Pendidikan IPA II. Jakarta : Depdiknas.
Depdiknas, 2008. Model Pembelajaran IPS, Malang : Pusat Kurikulum
Depdiknas. 2007. Sosialisasi dan Pelatihan kurikulum tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Jakarta.
Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Depdiknas. 2008. Panduan Pengembangan Bahan Ajar. Jakarta: Direktorat Jenderal Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah.
Dikmenjur. 2010. Pengertian Bahan Ajar. http://www.dikmenum.go.id. [Online]. Diakses tanggal 12 April 2018
Djojosoediro. 2012. Pendidikan IPA 2. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
E. Mulyasa. 2006. Kurikulum yang di sempurnakan. Bandung: PT Remaja. Rosdakarya.
Indarti dan Rostiani,R. 2008. Intensi Kewirausahaan Mahasiswa: Studi Perbandingan Antara Indonesia, Jepang dan Norwegia. Jurnal Ekonomika dan Bisnis Indonesia, Vol. 23, No. 4, Oktober 2008.
Isjoni, 2011. Pembelajaran Kooperatif, Meningkatkan Kecerdasan Komunikasi Antar Peserta didik.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Kunandar. 2011. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai. Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Rajawali Pres.
Meier, D. 2002. The Accelerated Learning Handbook. Terjemahan oleh Rahmani Astuti. 2002. Bandung: Kaifa
Nasution, M. N. (2005). Manajemen Mutu Terpadu: Total Quality Management, Edisi Kedua, Ghalia Indonesia, Bogor.
Ngalimun. 2012. Strategi dan Model Pembelajaran. Banjarmasin: Aswaja. Pressindo.
Nuryani, R. 2005. Strategi Belajar Mengajar Biologi. Malang: UM Press.
Rofi'ah, Elfida, dkk. 2012. Peningkatan Hasil Belajar IPS Materi Masalah Sosial Dengan Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Examples Non Examples. PGSD FKIP Universitas Sebelas Maret.
Rosalin, Elin. 2008. Gagasan Merancang Pembelajaran Konstektual. Bandung: Karsa Mandiri Persada.
Samatowa, Usman. 2010. Pembelajaran IPA di Sekolah Dasar. Jakarta: PT Indeks.
Siregar, Sofian. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif Dilengkapi Perbandingan Perhitungan Manual & SPSS. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Srini M. Iskandar. 1996. Pendidikan Ilmu Pengetahuan Alam. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sugiyono, 2009. Metode Penelitian Pendidikan, Bandung: Alfabeta.
Sutrisno, E. 2010. Manajemen Sumber Daya Manusia. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inofatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pusaka.
Trianto. 2010. Mendesain Model Pembelajaran Inovatif-Progesif. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Winata Putra, H. Udin,S, 1992. Strategi Belajar Mengajar, Jakarta : Universitas. Terbuka.