EFEKTIVITAS LEMBAR KERJA SISWA TERINTEGRASI KURIKULUM 2013 TERHADAP HASIL BELAJAR IPA KELAS IV SD NEGERI DHAM CEUKOK
Abstract
Salah satu bahan ajar yang biasa mendukung implementasi dari pembelajaran tematik pada kurikulum 2013 adalah LKS. Selama ini LKS dibeli oleh siswa dari berbagai penerbit. LKS terbitan Nasional, yang kurang sesuai dengan situasi, kondisi, kemampuan siswa, guru dan sekolah. Selain itu LKS memuat materi yang singkat dan tidak mewakili seluruh materi sehingga membuat siswa kurang mampu memahami materi pembelajaran secara keseluruhan Oleh itu perlu usaha untuk membuat LKS dengan pendekatan tematik dan sesuai dengan situasi, kondisi, kemampuan siswa, guru dan sekolah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas lembar kerja siswa terintegrasi kurikulum 2013 terhadap hasil belajar IPA SD Negeri Dham Ceukok. Masalah dalam penelitian ini Bagaimanakah efektivitas lembar kerja siswa terintegrasi kurikulum 2013 terhadap hasil belajar IPA SD Negeri Dham Ceukok. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian eksperimen semu. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh siswa kelas IV SD Negeri Dham Ceukokyang terdiri dari satu kelas yang berjumlah 26 siswa. Sampel keseluruhan siswa kelas IV SD Negeri Dham Ceukok. Teknik pengumpulan data mengunakan tes dan dokumentasi. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan instrumem soal tes. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa hasil dengan pengujian hipotesis pada taraf signifikan α = 0,05 (5%) dan derajat kebebasan (dk) = (n1 -1=25) maka dari distribusi t dengan cara interpolasi diperoleh thitung > t1/2α(9,4 > 2,06), maka Ha diterima pada taraf signifikan α = 0,05. Sehingga dapat disimpulkan bahwa diterima sehingga dapat disimpulkan lembar kerja peserta didik terintegrasi kurikulum 2013 efektif terhadap hasil belajar IPA kelas IV SDN Dham Ceukok.
Keywords
Efektivitas Lembar Kerja Siswa, Hasil Belajar
References
Abdurrahman, Mulyono.( 2003). Pendidikan Bagi Anak Berkesulitan Belajar. Jakarta : rinekacipta
Agung, Kurniawan . (2005). Transformasi pelayanan public. Yogyakarta: Pembaharuan
Alimul Hidayat, Aziz. (2011). Metode Penelitian Kebidanan dan Teknik Abalisis Data. Jakarta: Salemba Medika
Andi, Prastowo. (2013). Panduan Kreatif Membuat Bahan Ajar Inovatif. Yogyakarta : Diva Press
Ariyati, E. (2010). Pembelajaran berbasis praktikum untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa. Jurnal Matematika dan IPA, 1(2), 2-5.
Asy'ari, Maslichah. (2006). Penerapan Pendekatan Sains Teknologi Masyarakat dalam Pembelajaran Sains di Sekolaj Dasar. Yogyakarta : Universitas Sanata Dharma
Azhar, Arsyad. (2014). Media Pembelajaran. Jakarta : Raja Grafindo
Hake, R.R. (1998). Interactive Engagement Versus Traditional Methods: Six-Thousand Student Survey of Mechanics Test Data for Introductory Physics Courses. American Journal of Physics. Vol. 66. No. I. (Online) http://web.mit.edu/rsi/www/2005/misc/minipaper/pa-pers/Hake.pdf diakses 27 november 2019
Hamidah, N., Haryani, S., & Wardani, S. (2018). Efektivitas Lembar Kerja Peserta Didik Berbasis Inkuiri Terbimbing Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa. Jurnal Inovasi Pendidikan Kimia, 12(2).
Hamzah B, Uno,M. (2010). Teori Motivasi dan Pengukurannya. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Hanief, Y. N., & Himawanto, W. (2017). Statistik Pendidikan. Deepublish.
Hapsari, Chrismalia, Wilujeng, SUSI Agustina. (2011). Studi Emisi Karbondioksida (CO2) dan Metana (CH4) Dari Kegiatan Sampah Diwilayah Surabaya Bagian Selatan. Teknik Lingkungan, ITS. Surabaya
Hosnan, M. (2014)Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor . ghalia Indonesia
Kemdikbud. (2013). Permendikbud No 67 tahun 2013 tentang Kerangka Dasar dan Struktur Kurikulum Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah. Jakarta : Kemdikbud
Kemdikbud. (2013). Materi Pelatihan Guru Implementasi Kurikulum 2013 SD Kelas I. Jakarta:Kemdikbud
Kunandar. (2013). Penilaian Autentik (Penilaian Hasil Belajar Siswa Berdasarkan Kurikulum 2013). Jakarta : Raja Grafindo Persada
Mahmudi. (2005). Manajemen Kinerja sector public. Yogyakarta : UPP AMP YKPN
Mulyasa, E. (2010). Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP). Bandung : PT. REMAJA ROSDAKARYA
Mulyasa,E. (2013). Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013. Bandung :PT Remaja Rosdakarya
Nasution (2003). Metode Penelitian Naturalistik Kualitatif. Bandung: Tarsito
Oemar Hamalik. (2009). Dasar-Dasar Pengembangan Kurikulum. Bandung:PT Remaja Rosdakarya
Sadiyah, H., & Budiyanto, M. (2019). Pengembangan LKS Berbasis Discovery Learning untuk Meningkatkan Keterampilan Proses Sains pada Materi Sifat Cahaya dan Proses Pembentukan Bayangan. PENDIDIKAN SAINS, 7(2).
Sinambela, Lijan Poltak. (2008). Reformasi Pelayanan Publik Teori, Kebijakan, dan Implementasi. Jakarta : PT Bumi Aksara
Slameto. (2010). Belajar dan Faktor yang mempengaruhinya. Jakarta : Rineka Cipta
Slavin, Robert E. (2009). Cooperative Learning (Teori, Riset, Praktik). Bandung : Nusa Media
Sulistyorini, S. (2007). Model Pembelajaran IPA Sekolah Dasar dan Penerapannya Dalam KTSP. Semarang: Tiara Wacana.
Suryobroto. (2008). Proses Belajar Mengajar di Sekolah. Jakarta : Rhineka Cipta. Usman. User. 2008. Menjadi Guru Profesional. Bandung : PT Remaja Rosdakarya
Susanto, Ahmad. 2013, Teori Belajar dan Pembelajaran di Sekolah Dasar. Jakarta : Kharisma Putra Utama
Susanto, J. (2012). Pengembangan perangkat pembelajaran berbasis lesson study dengan kooperatif tipe numbered heads together untuk meningkatkan aktivitas dan hasil belajar IPA di SD. Journal of Primary Education, 1(2).
Suyanto, S., Paidi, dan I. Wilujeng. (2011). Lembar Kerja Siswa . Paparan Ilmiah . Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta. 3 hlm.
Trianto, (2009). Mendesain Model Pembelajaran Inovatif Progresif. Surabaya : Kencana
Trianto. (2012). Model Pembelajaran Terpadu. Jakarta : Bumi Aksara
Sudjana, Metode Statistika, Bandung : Tarsito, 2002