ANALISIS PENAMAAN DAN MAKNA PADA MAKANAN TRADISIONAL ACEH
Abstract
Penamaan merupakan proses pelambangan suatu konsep untuk mengacu kepada suatu referen di luar bahasa. Makna (meaning) merupakan kata dan istilah yang membingungkan karena makna tidak pernah dikenali secara cermat. Makna yang dimaksud merupakan makan yang terdapat dalam setiap unsur bahasa, baik wujud morfem, kata atau kalimat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bentuk penamaan dan makna makanan tradisional Aceh. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif menggunakan reduksi data, penyajian data serta kesimpulan dan verifikasi. Hasil penelitian diperoleh dari narasumber yaitu tokoh-tokoh adat Aceh. Hasil penelitian pada penelitian ini adalah Makanan berat merupakan makanan Makanan makanan yang biasanya dihidangkan yang menjadi menu utama. Adapun beberapa macam makanan berat tradisonal Aceh adalah kuah beulanggong , sie reuboh, kuah pliek U, kuah masam keu'eung dan gulai jruek drien. Makanan ringan merupakan jenis makanan tradisional yang disajikan diluar makanan utama. Adapun beberapa macam makanan ringan tradisional Aceh adalah kue timphan, kue bhoi, kue keukarah, kue bunggong kayee, meuseukat, dan kue apam Aceh. Menurut hasil yang telah dianalisis penamaan makanan tradisonal Aceh berdasarkan bahan yang digunakan, alat yang digunakan dalam proses pembuatan, serta berdasarkan bentuk pada makanan tradisional tersebut. Menurut hasil yang telah dianalisis makna makanan tradisional Aceh bersifat makna denotatif karena penyebutan nama makanan tersebut berdasarkan kesepakatan masyarakat memakai bahasa. Dapat disimpulkan bahwa makanan tradisonal Aceh terdari dari berbagai macam makanan ringan dan makanan berat serta penamaannya berdasarkan bahan, penyebutan, alat dan keserupaaan sedangkan makna yang terkandung adalah makna denotatif.
Keywords
Kata Kunci: Bahasa, Penamaan, Makna, Makanan Tradisional
References
DAFTAR PUSTAKA
Abdul, Chaer. (2009). Pengantar Semantik Bahasa Indonesia. Jakarta: Rineka Cipta
Adiasih, P. & Ritzky, K.M.R.B. (2015). Persepsi Terhadap Makanan Tradisonal Jawa Timur: Studi Awal Terhadap Mahasiswa Perguruan Tinggi Swasta. Jurnal Kinerja. Vol. 18. No.2. h. 112-115
Andini, I. D. (2018). Analisis Kesalahan Kaidah Ejaan Bahasa Indonesia (EBI) dalam Artikel Kesehatan dan Artikel Hiburan Radar Mojokerto Edisi Bulan Januari-Februari 2018 Serta Relevansinya dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Matapena: Jurnal Keilmuan Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya. 1. 129-150.
Amalia, dkk. (2017). Semantik Konsep Dan Contoh Analisis. Malang: Madani Arif, Z. dkk. (2021). Kosa Kata Kebaikan Dalam Al Quran (Analisis Makna Pada
Kata Al Khair, At Tayyib, Dan Al Hasanah). Jurnal Al-I'jaz. Vol. 3 No.1.
h. 101
Arnawa, Nengah. (2008). Wawasan Linguistik dan Pengajaran Bahasa.
Denpasar: Pelawa Sari
Assyakurrohim, D., Dewa, I., Rusdy, A. S., & M. Win, A. (2023). Metode Studi Kasus dalam Penelitian Kualitatif. Jurnal Pendidikan Sains dan Komputer. Vol. 3. No.1. h. 3
Baddruzzaman Ismail, dkk. (2018). Ensiklopedia Budaya Adat Aceh. Banda Aceh: Majelis Adat Aceh
Depdiknas. (2012). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Balai Pustaka. Fauzi, I. (2022). Eksistensi Kebudayaan Islam Aceh Terhadap Keutuhan Budaya
Indonesia. Procedings Icis. Vol.1. No. 1. h. 433
Lubis, I. S., Hasian, R. T. dan Hepridayanti. (2021). Sistem Penamaan dan Makna Pada Makanan Tradisional di Kota Padang Sidimpuan. Jurnal Education and development. Vol. 9. No. 4. h. 607
M. Juanda, S & Nurul, H. (2019). Rancang Bangun Apliksi Sejarah Kebudayaan
100
Aceh Berbasis Android Studi Kasus Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh. Journal of Informatics and Computer Science. Vol. 5. No. 2. h. 149
Mailani, O., Irna, N., dkk. (2022). Bahasa Sebagi Alat Komunikasi Dalam Kehidupan. Kampret Jurnal. Vol.1. No.2. h. 4
Muliastutu, L. (2014). Bahasa dan Linguistik. Linguistik Umum.
Pateda, Mansoer. (2010). Semantik Leksikal. Jakarta: Rineka Cipta.
Rahmat, Nuthihar. (2017). Aneka Kuliner Aceh. Jakarta: Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa
Sartika, Br. S., Fauziana, I., & Putri, D. (2022). Pengembangan Desain Ragam Hias Pada Kupiah Riman di Kabupaten Pidie. Jurnal DESKOVI. Vol. 5. No. 2. h.134
Setiowati, I., Syamsul, R., & Puwanti. (2022). Penamaan Pada Nama Unik Makanan di Kota Samarinda: Kajian Semantik. Jurnal Bahasa, Sastra, dan Seni Budaya. Vol.6. No.2 h. 717
Simatupang, L & Ria, S. (2023). Kajian Penamaan Kuliner di Balikpapan Menggunakan Teori Semantik Ogden-Richard. JSHP. Vol. 07. No.1. h.30
Siti, R., Elfiana., Syahirman, H. 2023. Analisis Finansial Kue Tradisional Aceh di Desa Cot Batee Kecamatan Kuala Kabupaten Bireuen (Studi Kasus: UD. Bungong Jaroe. Jurnal Sains Pertanian. Vol. 7. No. 1. h. 22
Suardi, I. P., R, S., & Asri, Y. (2019). Pemerolehan Bahasa Pertama pada Anak Usia Dini.Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3, 266-273.
Suwandi, S. (2022). Semantik Pengantar Kajian Makna. Perum: Media Perkasa Sugiyono. (2015). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D. Bandung:
CV. Alfabeta