ANALISIS PERMAINAN TRADISONAL ULAR TANGGA UNTUL STIMULASI PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK KELOMPOK B DI PAUD ANAK BANGSA TERPADU LABUHAN HAJI ACEH SELATAN
Abstract
Perkembangan sosial pada masa kanak-kanak tumbuh dari hubungan mereka yang erat dengan orang tua atau pengasuh di rumahnya, terutama anggota keluarga. Interaksi sosial kemudian diperluas dari rumah tangga ke tetangga dan kemudian sampai ke sekolah perkembangan sosial sangat dipengaruhi oleh proses perlakuan atau bimbingan orang tua terhadap anak dalam mengenalkan berbagai aspek kehidupan sosial atau norma-norma kehidupan masyarakat serta mendorong dan memberikan contoh kepada anaknya bagaimana menerapkan norma-norma tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Rumusan masalah dalam penelitian ini Bagaimana kemampuan sosial emosional anak dalam bermain ular tangga di Kelompok B di Paud Terpadu Anak Bangsa Labuhan Haji Aceh Selatan, Apa saja kendala yang dihadapi oleh guru dalam menstimulasi kemampuan sosial emosional anak dalam bermain ular tangga di Kelompok B di PAUD Terpadu Anak Bangsa Labuhan Haji Aceh Selatan. Tujuannya adalah Untuk mengetahui bagaimana kemampuan sosial emosional anak dalam bermain ular tangga di Kelompok B di Paud Terpadu Anak Bangsa Labuhan Haji Aceh Selatan, Untuk apa saja kendala yang dihadapi oleh guru dalam menstimulasi kemampuan sosial emosional anak dalam bermain ular tangga di Kelompok B di PAUD Terpadu Anak Bangsa Labuhan Haji Aceh Selatan. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan jumlah sabjek sebanyak 16 anak. Intrumen yang digunakan berupa instrumen Observasi, wawancara dan Dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian, perkembangan sosial emosional anak di PAUD Terpadu Anak Bangsa Labuhan Haji, perkembangan nya sangat baik, dimana pihak kepala sekolah dan staf guru sangat memperhatikan sekali tentang perkembangan-perkembangan anak disekolah tersebut. Kemudian dalam perkembangan sosial emosional anak kegiatan bermain ular tangga ada anak yang menangis ketika kalah dalam bermain ular tangga, juga tidak sabar menunggu giliran, dan ada anak yang merasa kecewa karna kalah dalam bermain ular tangga. Peneliti dapat menilai kemampuan mengenal konsep bilangan anak, Perkembangan nya dalam bermain anak dapat mengenal angka dari 1-20 hingga angka-angka puluhan,dimana dalam permainan ular tangga peneliti dapat mengenalkan angka-angka puluhan yang belum diketahui oleh anak. Kendala yang dihadapi oleh guru dalam pengenalan konsep bilangan sejauh ini sangat terbantu dengan adanya permainan ular tangga,pihak sekolah dan orang tua sangat mendukung dan anak- anak senang dalam bermain. Berdasarkan hasil penilitian di PAUD Terpadu Anak Bangsa LabuhanHaji, peniliti dapat memberikan saran sebagai berikut : Dalam kegiatan pembelajaran semoga dapat terus meningkat kualitas yang baik, dalam segi belajar mengajar, Dengan demikian dapat diharapkan di sekolah PAUD Terpadu Anak Bangsa Labuhan Haji dapat berkembang dan dapat dikenal oleh warga sekampung dengan mewujudkan generasi-generasi yang baik. Kata Kunci : Permainan Tradisonal Ular Tangga, Perkembangan Sosial Emosional
Keywords
Permainan Tradisonal Ular Tangga, Perkembangan Sosial Emosional
References
Abdul majid. 2013. Strategi Pembelajaran. Remaja Rosdakarya: Bandung.
A. C. Prof. Dr Sri Mulyani (2016). Metode Analisis dan Perancangan Sistem. Bandung: Abdi sistematika
Ahmat Susanto. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini. Pengantar dalam Berbagai Aspeknya.
Jakarta: Kencana Media Group.
Aulia, Febriana. 2014. Pengaruh Penggunaan Modul pada Model Pembelajaran Kooperatif Tipe Student Team Achievement Divisions terhadap Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Keterampilan Komputer dan pengelolaan Informasi di SMK Negeri 2 Bukittinggi. Jurnal, Program Studi Pendidikan Teknik Informatika, Fakultas Tekni: Universitas negeri Padang.
Arikunto.2015. Prosedur Penelitian Suatu Penedekatan Praktik, Jakarta: Rineka Cipta Arif, Syamsu. 2014. Metode Penelitian. Medan : Universitas Negeri Medan.
Ali Nugraha, 2015, Pengembangan Pembelajaran Sains Pada Anak Usia Dini, Bandung. JILSI Foundation
Busthomi. 2012. Perkembangan Anak Usia Dini. Cetakan katihan Bandung.
Berk, Laura E. 2012. Development Throught The Lifespan. Terjemahan. Daryatna. Yokjakarta: Pustaka pelajar.
Dewi, A. R. T. (2018). Pengaruh Keterampilan Orangtua Terhadap Perilaku Sosial Emosional Anak. Jurnal Golden Age, 2(02), 66-74
Fauziddin, M. (2016). “Peningkatan Kemampuan Kerja Sama melalui Kegiatan Kerja Kelompok Pada Anak Kelompok A TK Kartika Salo Kabupaten Kampar”. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 2(1).
Febrina, Gita., Yunus. Markis, dan Tarmansyah. (2014). Efektivitas Penggunaan Media Video Untuk Meningkatkan Kemampuan Mengenal Bahaya HIV/AIDS Bagi Remaja Tunarungu.E-
Jupekhu. Volume 3 No 2. Hal 96-105. http://ejournal.unp.ac.id/index.php/jupekhu
diakses pada 7 Maret 2017
Ginawati, Dewi. 2017. Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak Usi Dini. STKIP Siliwangi Bandung.
Haleni Filtri, 2017, Perkembangan Emosional Anak Usia dini Usia 5-6 Tahun di Tinjau dari Ibu yang Berkerja, Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, Vol, No 1
Harloek. 2013. Perkembangan Anak, Jilid I. Jakarta: Erlangga.
Iskandar. 2014. Metodelogi Penelitian Pendidikan Dan Sosial (Kualitatif dan Kuantitatif), cet. Ke
3. Jakarta :GP Press
Khaironi, M. (2018). Perkembangan Anak Usia Dini. Jurnal Golden Age Hamzanwadi University, 3(1), 1–12
Latif. Muktitar, dkk. 2013. Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.
Maemunah, Siti, 2010. Implementasi Pendekatan Emosional dalam Pembelajaran sosial Emosional. Porwikerto: STAIN Purwokerto.
Misbach, I. (2006). “Peran Permainan Tradisional Yang Bermuatan Edukatif Dalam Menyumbang Pembentukan Karakter Dan Identitas Bangsa”, Tesis UPI Bandung: Tidak Diterbitkan.
Moleong. J. Lexy. 2014. Metode Penelitian Kualitatif Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya
Mulyani, Novi. 2014. Upaya Meningkatkan Perkembangan Sosial Emosional Anak usia Dini.
Ningsih dan Widhiyani. 2015. “Pengaruh Ukuran Perusahaan. Laba Operasi, Solvabilitas, Dan Komite Audit Pada Audit Delay” E-Jurnal Akutansi Universitas Udayana.
Nurjannah. 2017. Mengembangkan Sosial Emosional Anak Usia Dini Melalui Keteladanan. Nurmalitasari, Femmi. 2015. Perkembangan Sosial Emosi pada Anak Usia Dini Prasekolah.
Buletin Psikologi. Vol.23 (2), hlm. 103-111.
Nugraha, Ali. (2011). Metode Pengembangan Sosial Emosional. Jakarta: Universitas Terbuka.Vol. 2, No. 1/ 2019
Nugraha, A. dan Rahmawati, Y. (2013). Metode Pengembangan Sosial Emosional. Tangerang Selatan: Universitas Terbuka.
Notoatmodjo, Soekidjo. 2012. Pendidikan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta : Rineka Cipt
Ratnaningsih. N. N. 2014. “Penggunaan Permainan Ular Tangga untuk Meningkatkan Motivasi Belajar IPS Kelas III A SDN Nogoporo”. Skripsi. Sleman: Universitas Negeri Yogyakarta.
Ruhan Fikr. Vol. 3 (2). Hlm,133-147. Musrigati. 2017. Mengembangkan Kecerdasan Sosial Emosional Anak Usia Dini. STKIP Siliwangi Bandung.
Sugiyono (2015). Metode Penelitian Kombinasi ( Mix Methods). Bandung Alfabeta.
Sudjana Nana. 2016. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar, dan R&D. ke-23. Bandung: ALVABETA,cv.
Utami, D. T. (2018). Pengaruh Lingkungan Teman Sebaya Terhadap Perilaku Sosial Anak Usia 5-6 Tahun. Generasi Emas, 1(1), 39-50.
Wibiwo, A. (2013). Pendidikan Karakter Anak Usia Dini: stratengi membangun karakter di Usia Emas. Yogjakarta. Pustaka Pelajar
Widoyoko, Eko Putro. 2014. Teknik Penyusunan Instrumen Penelitian. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Yahdinil Firda Nadhirah, “Perilaku ketidakmatangan Sosial-Emosional Pada Anak Usia Dini” , Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini , As-SIbyan, Vol. 2 No. 1, 2017. Diakses tanggal 30 juli 2020 http://jurnal.uinbanten.ac.id.