ANALISIS NILAI SOSIAL DALAM SYAIR TARI PAYUNG DI KABUPATEN SIMEULUE
Abstract
Tari Payong.dalam masyarakat Simeulue dilaksanakan pada acara pernikahan. Tarian ini diiringi dengan syair-syair yang mengandung banyak nilai, termasuk nilai sosial. Nilai-nilai sosial adalah nilai yang dianut oleh suatu masyarakat, mengenai apa yang dianggap baik dan apa yang dianggap buruk oleh masyarakat, sebagai contoh, orang menganggap menolong memiliki nilai baik, sedang mencuri bernilai buruk. Nilai sosial berfungsi sebagai penentu terakhir manusia dalam memenuhi peranan-peranan sosial. Penelitian ini untuk mendeskripsikan nilai social dalam syair tari Payung di Kabupaten Simeulue. Penelitian ini termasuk kategori penelitian kualitatif, dengan menggunakan metode deskriptif. Metode penelitian menggunakan metode deskriptif yang penerapannya bersifat menuturkan, memaparkan, memberikan, menganalisis, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Tari payung tidak hanya berfungsi sebagai tontonan dan hiburan saja, melainkan juga berfungsi sebagai sarana pendidikan untuk selalu ingat dan bersyukur. Tari Payung digunakan pada awal sebuah pertunjukan kesenian atau sebagai tarian pembuka. Selain untuk mengucapkan selamat datang dan permohonan, Tari Payung dimaksudkan untuk memberikan pilihan kepada masyarakat (penikmat maupun pelaku). Jika masyarakat memilih kebaikan, maka akan memahami dengan sikap positif dan diterapkan dalam kehidupannya. Nilai sosial yang terkandung dalam syair tari payung yaitu nilai sosial dalam berkeluarga, nilai sosial dalam diri seorang muslim, nilai sosial dalam berilmu pengetahuan dimana agar selalu bertindak hati-hati dalam menghadapi berbagai rintangan kehidupan dan bersikap tegas dalam mengambil keputusan dan tegas dalam membela kebenaran.
Keywords
analisis, nilai sosial, syair tari payong
References
Abdulsyani. 2012. Sosiologi: Skematika, Teori, Dan Terapan. Jakarta: Rajawali Pers.
Chaer, Abdul dan Leonie Agustina. 2010. Sosiolinguistik Perkenalan Awal. Jakarta: Rineka Cipta.
Keraf, Gorys. 2014. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Kusnadi. 2013. Etnografi Komunikasi Sebuah Pengantar. Jember: Buku Ajar Jurusan Sastra Indonesia, Fakultas Sastra, Universitas Jember.
Kuswarno, Engkus. 2008. Metode Penelitian Komunikasi Etnografi Komunikasi: Suatu Pengantar dan Contoh Penelitiannya. Bandung: Widya Padjadjaran.
Mahsun. 2007. Metode Penelitian Bahasa: Tahapan Strategi, Metode dan Tekniknya. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada
Pateda, Mansoer. 2009. Sosiolinguistik. Bandung: Angkasa
Soekanto, Soerjono dan Budi Sulistyowati. 2013. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: Rajawali Pers.
Suandi, I Nengah. 2014. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Sudaryanto. 2013. Metode dan Aneka Teknik Analisis Bahasa. Yogyakarta: DuaWacana University Press.
Sumarsono dan Paina Partana. 2012. Sosiolinguistik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Yule, George. 2014. Pragmatik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rohmadi, Muhammad. 2014. Pragmatik: Teori dan Analisis. Yogyakarta: Lingkar Media
Arifin. 2015. Pemeliharaan Kehidupan Budaya Kesenian Tradisional Dalam Pembangunan Nasional. Medan: USU.
Basrowi & Suwandi. 2008. Memahami Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT. Rineka Cipta.
Bugin, Burhan. 2011. Metodologi Penelitian Kuantitatif (Komunikasi, Ekonomi, dan Kebijakan Publik Serta Ilmu-Ilmu Sosial Lainnya. Jakarta: Kencana Prenada Media.
Budi, Catur. 2012. Konsep Dasar Seni Rupa, Semarang: UMS.
Darmawati. 2011. Analisis Struktur Tari Payung Padang Magek Kabupaten Tanah Datar. Padang: UNPAD.
Muka, I Ketut. 2010. Gerabah Banyumulek Satu Tinjauan Budaya. Denpasar: Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kementrian Pendidikan Nasional.
Moleong, Lexy. 2014. Metodelogi Penelitian Kualitatif: Bandung: Remaja Rosda Karya.
Rosari. 2015. "Eksistensi Tari Payung Sebagai Tari Melayu Minangkbau di Sumatera Barat" Jurnal Ilmu Pengetahuan dan Karya Seni. 17 (2).