EVALUASI KONDISI FISIK ATLET RUGBY ACEH DALAM MENGHADAPI PON ACEH-SUMUT
Abstract
Rugby merupakan olahraga beregu yang memiliki tiga kategori yaitu 7's (tujuh lawan tujuh), 10's (sepuluh lawan sepuluh), dan XV (lima belas lawan lima belas). Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, peneliti merumuskan masalah, yaitu: “Bagaimana kondisi fisik pemain tim Rugby Aceh?”. tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi fisik pemain tim Rugby Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif, yang menjadi sampel dalam penelitian ini adalah atlet putra Rugby Aceh yang berjumlah 10 orang. Berdasarkan hasil penelitian Kondisi fisik atlet Rugby Aceh ,menujukan bahwa rata -rata tes kecepatan lari 4,272 pada kriteria baik, tes kelincahan 16,374 kriteria Sedang dan Daya Tahan aerobic 2,475 kriteria baik. Pada teskecepatan masuk dalam kategori “baik sekali” 1, Atlet dengan persentase 10%, kategori “baik” sebanyak 4 Atlet dengan persentase 40%, kategori “sedang” sebanyak 5 Atlet dengan persentase 50%, 0 Atlet masuk kategori “kurang” dengan persentase 0% dan 0 Atlet masuk kategori “kurang sekali” dengan persentase 0%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kondisi Fisik Atlet Rugby Aceh Dalam Menghadapi PON Aceh-Sumut pada tes kecepatan. sebagian besar masuk kategori “Baik” dan kategori “sedang” yaitu dengan persentase sebesar 40% dan 50%. Pada tes kelincahan masuk dalam kategori “baik sekali” 1, Atlet dengan persentase 10%, kategori “baik” sebanyak 5 Atlet dengan persentase 50%, kategori “sedang” sebanyak 4 Atlet dengan persentase 40%, 0 Atlet masuk kategori “kurang” dengan persentase 0% dan 0 Atlet masuk kategori “kurang sekali” dengan persentase 0%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kondisi Fisik Atlet Rugby Aceh Dalam Menghadapi PON Aceh-Sumut pada tes kelincahan. sebagian besar masuk kategori “Baik” dan kategori “sedang” yaitu dengan persentase sebesar 50% dan 40%. danPada tes Daya Tahan aerobic masuk dalam kategori “baik sekali” 0, Atlet dengan persentase 0%, kategori “baik” sebanyak 7 Atlet dengan persentase 70%, kategori “sedang” sebanyak 3 Atlet dengan persentase 30%, 0 Atlet masuk kategori “kurang” dengan persentase 0% dan 0 Atlet masuk kategori “kurang sekali” dengan persentase 0%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa Kondisi Fisik Atlet Rugby Aceh Dalam Menghadapi PON Aceh-Sumut pada tes daya Tahan aerobic. sebagian besar masuk kategori “Baik” dan kategori “sedang” yaitu dengan persentase sebesar 70% dan 30%.
Keywords
Kata Kunci: Kondisi Fisik, Rugby, PON
References
Alwi, H., dkk. (2005). Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Departemen. Pendidikan Nasional Balai Pustaka.
Arikunto, S. (2003). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Azwar, S. (2001). Anatomi Untuk Siswa Perawat. Jakarta: Balai Pustaka.
Bafirman, B., & Wahyuri, A. S. (2019). Pembentukan Kondisi Fisik.
Baley & James, A. (1986). Pedoman Atlet Teknik Peningkatan Ketangkasan dan Stamina. Semarang: Dahara Prise.
Biscombe, T. & Drewett P. (2010). Rugby Steps to Succes. Australia: Human Kinetics.
Bompa, T. & Frederick, C. (2009). Periodization in Rugby. UK: Meyer & Meyer Sport.
Carwyn, J. (1983). Focus On Rugby An International Coaching Book. Great Britain: Anchor Press,Ltd.
Depdiknas. (2000). Pedoman dan Modul Pelatihan Kesehatan Olahraga Bagi Pelatih Olahraga Pelajar. Jakarta.
Fahrizqi, E. B., Gumantan, A., & Yuliandra, R. (2021). Pengaruh latihan sirkuit terhadap kekuatan tubuh bagian atas unit kegiatan mahasiswa olahraga panahan. Multilateral: Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga, 20(1), 43-54.
Fenanlampir, A. & Faruq, M.M. (2015). Tes dan Pengukuran dalam Olahraga. Yogyakarta: CV. Andi Offset.
Harsono. (1988). Panduan Kepelatihan. Jakarta: KONI.
Hartanto, D. (2014). Profil Kondisi Fisik Peserta Ekstrakurikuler Sepakbola SMK Maarif 1 Wates. Skripsi. FIK UNY.
Irianto, D.P. (2004). Dasar Kepelatihan Olahraga. Yogyakarta. UNY.
Is, Z., & Hariansyah, S. (2020). hubungan daya tahan jantung paru dengan keterampilan bermain futsal pada klub satoe atjeh futsal academy. Jurnal Penjaskesrek, 7(1), 175-187.
Ismaryati. (2008). Tes Pengukuran Olahraga. Surakarta: UPT Penerbit dan Percetakan UNS.
Lahinda, J., & Nugroho, A. I. (2019). Kontribusi Daya Ledak Otot Tungkai, Kelentukan Togok Belakang Dengan Kekuatan Otot Lengan Terhadap Kemampuan Jump Service. Musamus Journal of Physical Education and Sport (MJPES), 2(01), 33-42.
Mackenzie, B. (2005). 101 Performance Evaluation Test. London: Elektric World Plc. http://www.brianmac.co.uk.
Mulyani, S. (1983). Psikologi Pendidikan. Jakarta: IKIP Jakarta Press.
Munzirin, W., Pranata, D. Y., & Sarwita, T. (2020). Survey Upaya Guru Dalam Mengembangkan Media Pembelajaran Penjasorkes Pada Sd Negeri Se-Kecamatan Simeulue Tengah. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pendidikan, 1(1).
Nossek, J. (1982). General Theory of Training. National Institut For Sports, Pan African Press Ltd, Lagos.
Nugroho, A.B.B. (2010). Profil Kondisi Fisik Pemain Sepak Bola EkstrakurikulerSMP N 2 Pandak Bantul Tahun Ajaran 2009/2010. Skripsi. Yogyakarta:FIK UNY.
Nurhasan. (2000). Tes dan Pengukuran Pendidikan Olahraga. Jakarta: DirektoratJenderal Olahraga.
Piyana, P. D., Subekti, M., & Santika, I. G. P. N. A. (2020). Pelatihan Hanging Leg Raise Terhadap Kekuatan Otot Perut. PENJAGA: Pendidikan Jasmani & Olahraga, 1(1), 7-11.
Poerwadarminta. (2001). Kamus Umum Bahasa Indonesia. Jakarta: PN BalaiPustaka.
Rugby World. (2015). A Beginners Guide to Rugby Union.
Rugby World. (2015). Law of the Game Rugby Union Incorporating the Playing Charter.
Sarwita, T., Is, Z., & Hariansyah, S. (2021). ANALYSIS OF THE PHYSICAL CONDITION OF THE ACEH PON RUGBY ALTET 2021. Jurnal Ilmiah Teunuleh, 2(2), 313-319.
Sugiyanto. (1996). Perkembangan dan Belajar Motorik. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Direktorat Jendral Pendidikan Dasar dan Menengah. Direktorat Guru dan Tenaga Teknis Bagian Penataran Guru Pendidikan Jasmani dan Kesehatan SD Setara D II.
Sugiyono. (2007). Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suharjana. (2013). Kebugaran Jasmani. Yogyakarta: Jogja Global Media.
Suharno. (1985). Ilmu Kepelatihan Olahraga. Yogyakarta: Yayasan STO.
Sukadiyanto. (2005). Pengantar Terori dan Metodologi melatih Fisik. Bandung: CV Lubuk Agung.
Susiani, D. (2009). Profil Fisik Atlet Taekwondo Sleman pada Porprof DIY 2009. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Yogyakarta.