ANALISIS KEMAMPUAN MEMBACA PERMULAAN ANAK KELOMPOK B DI TK ALAM PELANGI BANDA ACEH
Abstract
Pengenalan membaca permulaan sangat perlu diberikan pada anak. Melalui kegiatan membaca permulaan, anak akan mengenal symbol-simbol huruf, bentuk huruf, bunyi huruf dan membaca kata. Hal tersebut sesuai dengan permendiknas Nomor 137 Tahun 2014 yang menyebutkan bahwa perkembangan bahasa dalam lingkup keaksaran pada usia 5-6 tahun yaitu menyebutkan symbol-simbol huruf yang dikenal memahami hubungan antara bunyi dan bentuk huruf, membaca serta menulis nama sendiri. Penelitian ini bertujuan: 1) Untuk mengetahui kemampuan membaca permulaan Kelompok B di TK Alam Pelangi Banda Aceh, 2) Untuk mengetahui kegiatan yang akan meningkatkan kemampuan membaca permulaan Anak, 3) Untuk mengetahui apa saja kendala yang dihadapi guru dalam mengajarkan kemampuan membaca permulaan pada anak Kelompok B di TK Alam Pelangi Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif. Data yang digunakan dalam penelitian ini diperoleh dari hasil wawancara dengan guru kelompok B di TK Alam Pelangi Banda Aceh yang berjumlah sebanyak 2 orang dan observasi anak TK B yang berjumlah 20 anak. Teknik Pengumpulan data dalam penelitian ini adalah wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil Penelitian menunjukkan bahwa membaca permulaan sangatlah penting bagi anak usia dini dimana akan menjadi pondasi awal dalam membaca. Kesulitan-kesulitan yang dialami siswa dalam membaca permulaan terletak pada pengenalan huruf ketika mengeja, sebagian anak masih belum mengenal huruf. Namun setiap kesulitan yang dihadapi pastinya ada solusi, Solusi untuk mengatasi kesulitan membaca permulaan pada anak kelompok B di TK Alam Pelangi Banda Aceh dilakukan dengan memperkenalkan huruf-huruf dan suku-suku kata kepada anak dengan mengulang-ngulang setiap huruf agar anak lebih mudah mengingat setiap huruf dengan baik secara rutin. Kendala yang dihadapi guru dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan anak kelompok B di TK Alam Pelangi yaitu tidak semua anak dapat memahaminya dengan baik, dikarenakan kemampuan anak yang berbeda-beda dan responnya kurang. Penyebab muncunya kendala tersebut terdapat dari cara penyampaiannya yang dilakukan melalui proses yang berbeda karena perkembangan anak juga beda-beda jadi penyampaiannya juga berbeda.
Keywords
analisis, kemampuan membaca permulaan anak
References
Aisyah, Siti, dkk. 2015. Perkembangan dan Konsep Dasar Pengembangan Anak Usia Dini. Jakarta: Universitas Terbuka.
Abdurrahman, Mulyono. 2012. Pendidikan bagi Anak Kesulitan Belajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Abidin, Yunus. 2012. Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter. Bandung: PT Refika Aditama.
Ali Imron. 2016. Pendidikan Kepribadian Anak Menurut Abdullah Nashih Ulwan. Jurnal Edukasia Ilamika. Vol.1. No. 1 Desember.
Ariyanti Novelia Candra, dkk. 2017. Gaya Pengasuhan Orangtua Pada Anak Usia Dini. Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini. Vol. 3. No. 2.
Conny R. Semiawan. 2018. Belajar dan Pembelajaran Prasekolah dan Sekolah Dasar. Jakarta: PT. Indeks.
Dalman, H. 2017. Keterampilan Membaca. Depok: Rajawali Pers
Dariyo, A. 2014. Psikologi Perkembangan Remaja. Jakarta: Ghalia Indonesia.
Desmita, 2017. Psikologi Perkembangan. Bandung: PT Remaja Rosda Karya.
Delfriana Ayu A. 2016. Pola Asuh Orangtua, Konsep Diri Remaja dan Perilaku Seksual. Jurnal Jumantik. Vol. 2. No.1 November.
Dhieni, Nurbiana dkk. 2013. Metode Pengembangan Bahasa. Jakarta: Universitas Terbuka.
Diana Mutiah. 2010. Psikologi Bermain Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana. Dwi Anita Apriastuti. 2013. Analisis Tingkat Pendidikan dan Pola Asuh Orangtua dengan Perkembangan Anak Usia 48-60 Bulan. Jurnal Ilmiah Kebidanan. Vol. 4. No. 1 edisi Juni.
Istina Rakhmawati. 2015. Peran keluarga dalam Pengasuhan Anak. Jurnal Bimbingan Konseling Islam. Vol. 6. No.1 Juni. John W.
Jamaris, Martini. 2015. Kesulitan Belajar. Bogor: Ghalia Indonesia.
Kurniawan, Saefullah, 2009. Pengantar Manajemen. Jakarta: Kencana.
Kuntjojo. 2010. Strategi Pembelajaran Untuk Anak Usia Dini. http://ebekunt. wordpress.com/2010/07/27/strategi-pembelajaran-untuk-anak-usia-dini/
Lexy J. Meleong. 2015. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Muhammad Fadillah. 2012. Desain Pembelajaran PAUD. Jogjakarta: AR-RUZZ MEDIA.
Mulyana, Dedy. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif: Paradigma Baru Ilmu Komunikasi dan Ilmu Sosial Lainnya. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Mutiawati, Yenni. 2018. Peningkatan Kemampuan Membaca Pada Anak Usia 5 Tahun Melalui Permainan Snake and Ladder. Jurnal Buah Hati Vol. 5, No. 1, Maret 2018.
Musfiroh, Tadzkiroatun. 2015. Menumbuhkan Baca Tulis Anak Usia Dini. Jakarta: Gramedia Widiasarana.
Rahman Hibama S. 2012. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Yogyakarta: Galah
Suharsimi Arikunto. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Santrock. 2017. Perkembangan Anak. Bandung: Erlangga.
Sugiyono. 2016. Metode Penelitian Pendidikan. Bandung: Alfabeta.
Suryana. 2012. Metodologi Penelitian : Metodologi Penelitian Model Prakatis Penelitian Kuantitatif dan Kualitatif. Universitas Pendidikan Indonesia, 243. https://doi.org/10.1007/s13398-014-0173-7.2
Suyadi dan Mauldya Ulfah. 2013. Konsep Dasar PAUD. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Trianto. 2010. Model-model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Kontruktivis. Jakarta: Prestasi Pustaka
UU tentang Sistem Pendidikan Nasional Tahun 2003.
Yani, Ahmad. 2019. “Kesulitan Membaca Permulaan pada Anak Usia Dini dalam Perspektif Analisis Reading Readiness” in MIMBAR PENDIDIKAN: Jurnal Indonesia untuk Kajian Pendidikan, Volume 4(2), September, pp.113-126. Bandung, Indonesia: UPI [Indonesia University of Education] Press, ISSN 2527-3868 (print) and 2503-457X (online).
Yuliani , Nurani. Sujiono, 2012. Konsep Dasar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: PT. Indeks.