PERAN ORANG TUA DALAM MEMBENTUK KEMANDIRIAN ANAK USIA 5-6 TAHUN DI DESA RUKOH LORONG BANNA KECAMATAN SYIAH KUALA KOTA BANDA ACEH
Abstract
Kemandirian anak akan tercapai apabila orang tua melakukan upaya melalui berbagai kegiatan yang menunjang mengembangkan kemandirian anak. Dengan pola asuh orang tua yang baik maka anak akan berkembang dalam aspek kemandiriannya. Orang tua harus melatih kemandirian anak sejak dini agar anak tidak tergantung pada orang lain. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah. Bagaimana peran orang tua dalam membentuk kemandirian anak di Desa Rukoh Lr. Banna dan adakah kendala yang dihadapi orang tua dalam membentuk kemandirian anak di Desa Rukoh Lr. Banna. Tujuan penelitian ini adalah. Untuk mengetahui peran orang tua dalam membentuk kemandirian anak usi 5-6 tahun di Desa rukoh, Lr Banna, dan untuk mengetahui kendala yang dihadapi orang tua dalam membentuk kemandirian anak di Desa Rukoh Lr Banna. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bersifat deskriptif, penelitian dilaksanakan pada 03 Agustus 2021. Subjek penelitian ini adalah orang tua, anak, sebanyak 6 orang. Data dikumpulkan melalui observasi dan wawancara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa kendala. Responden 1), kesibukan dalam bekerja di luar rumah. Sehingga kurangnya perhatian dalam mendidik anak-anaknya. Responden 2), rasa kasihan dan tidak tegaan ketika melihat anaknya melakukan sesuatu sendiri. Sehingga orang tua tidak memberikan anak melakukan kegiatan dengan sendiri. Responden 3), kurangnya dukungan dari pihak keluarga dalam membentuk kemandirian anak. Sehingga tidak ada keseimbangan dalam membentuk kemandirian anak.
Keywords
Peran Orang Tua, Kemandirian Anak Usia Dini
References
Asmani. 2011. Tuntunan Lengkap Metode Praktis. Jakarta: Diva Press.
Amos, Neolaka. 2017. Landasan Pendidikan. Depok: Kencana.
Desmita. 2011. Psikologi Perkembangan Peserta Didik. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Hendro. 2019. Smart Parenting Book-Merancang Masa Depan Anak. Yogyakarta: Andi.
Moleong. 2011. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
_______. 2012. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Mujiman, Haris. 2011. Manajemen Pelatihan Berbasis Belajar Mandiri. Yogjakarta: Pustaka Pelajar.
Mukhtar. 2010. Metode Penelitian Kualitatuf. Bandung; Remaja Rosdakarya.
Mutmainnah. 2012. Peran Orangtua Dalam Menumbuhkan Pribadi Anak yang Androginius Melalui Kegiatan Bermain. Yogyakarta. PG PAUD FIP.
Robiah. 2018. Membangun Karakter Anak. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabet.
________. 2016. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung: Alfabet.
Sunarti, Kustiah. 2016. Hubungan Pola Asuh Orangtua dan Kemandirian Anak. Makasar: Universitas Negeri Makasar.
Susanto, Ahmad. 2014. Perkembangan Anak Usia Dini: Pengantar Dalam Berbagai Aspeknya. Jakarta: Prenadamedia Group.
______________. 2015. Bimbingan Konseling di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Kencana.
______________. 2017. Pendidikan Anak Usia Dini Konsep dan Teori. Jakarta: Bumi Aksara.
Wiyani. 2013. Desain Pembelajaran Pendidikan. Yogyakarta: Ar-Ruz Media.
Yamin, 2010. Standarisasi Kinerja Guru. Jakarta: Persada Press.
Khaironi, Mulianah. 2018. Perkembangan Anak Usia Dini. Jakarta: PG PAUD Universitas Hamzanwadi.
Langgulung, Hasan. 2003. Pendidikan Islam Abad 21. Jakarta: Pustaka Al-Husna Baru.
Hayati, F., & Hanum, C. F. (2017). Persepsi Guru PAUD Terhadap Kegiatan Bermain Peran sebagai Stimulasi Kemandirian Anak Usia Dini. Jurnal Buah Hati, 4(2), 136-137.
Martinis Yamin dan Jamilah Sabri Sanan. (2013). Panduan Pendidikan Anak Usia Dini.Ciputat: Gaung Persada Press Group.
Novan Ardy Wiyani.(2013). Bina Karakter Anak Usia Dini. Yokyakarta: Ar-Ruzz Media.
Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (2015). Peraturan Mentri Pendidikan dan Kebudayaan Repoblik Indonesia Nomor 137 Tahun 2014 Tentang Standar Pendidikan Anak Usia Dini. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan