MENINGKATKAN PERKEMBANGAN FISIK MOTORIK KASAR PADA ANAK KELOMPOK B6 MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL BAKIAK BATOK DI TK POTEUMEUREHOM KOTA BANDA ACEH
Abstract
Perkembangan fisik motorik kasar anak kelompok B6 TK Poteumeurehom Kota Banda Aceh masih kurang maksimal. Permainan tradisional bakiak batok sudah diterapkan untuk meningkatkan perekmbangan fisik motorik kasar anak, akan tetapi belum maksimal. Hal ini disebabkan metode yang digunakan kurang tepat dalam bermain bakiak batok menyebabkan anak kurang bersemangan dan ada rasa ragu-ragu dan takut.. Berdasarkan masalah tersebut mendorong penulis meneliti ulang penggunaan bakiak batok secara tepat dalam meningkatkan perkembangan fisik motorik kasar anak kelompok B6 TK Poteumeurehom seacara benar tepat. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah melalui permainan tradisional bakiak batok dapat meningkatkan perkembangan fisik motoric kasar anak kelompok B6 TK poteumeurehom Kota Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas yang difokuskan pada situasi kelas atau lazim disebut Classroom Action Risearch. Alat pengumpul data terdiri dari observasi dan dokumentasi. Analisis data penelitian tindakan kelas dilaksanakan dalam rangkaian langkah dengan 2 siklus, tiap siklus satu kali pertemuan. Satu siklus terdiri dari lima tahapan yaitu perencanaan, pelaksanaan tindakan, pengamatan, refleksi, dan rencana perbaikan. Berdasarkan hasil analisis data dan pembahasan pada siklus I dan siklus II, maka dapat disimpulkan bahwa Peningkatan perkembangan fisik motorik kasar dapat dilihat dari hasil observasi sebelum tindakan nilai rata-rata yang diperoleh anak adalah lebih dari 75% anak belum berkembang (BB). Setelah dilakukan tindakan dengan menggunakan permainan tradisional bakiak batok terjadi pengingkatan perkembangan fisik motorik kasar pada anak kelompok B6 sebesar 94% atau 19 orang anak berkembang sangat baik (BSB) dan berkembang sesuai harapan (BSH) 1 orang atau 6%.
Keywords
Motorik kasar, Bakiak batok, kelompok B6
References
A. Husna M. 2009. Permainan Tradisional Indonesia. Yogyakarta : CV Andi Offset.
Agung, Triharso. 2013. Permainan Kreatif dan Edukatif untuk Anak Usia Dini, Yogyakarta: CV Andi Offect
Bugin, Burhan. 2008. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Predana Media Group.
Bambang Sujiono. 2005. Metode Pengembangan Fisik. Jakarta : Universita Terbuka.
Bambang, Sujiono. 2016. Metode Penelitian dan Pengembangan Research
Development, Bandung: Alfabeta.
Depdiknas. 2003. Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan
Nasional. Jakarta : Dikdasmen.
Dharmamulya, Sukirman. 2005. Permainan Tradisional Jawa, Jakarta: Pekel Press.
Depdiknas. 2008. Model Pengembangan Motorik Anak Prasekolah. Jakarta : Bagian
Proyek Olahraga Masyarakat, Direktorat Olahraga Masyarakat.
Depdiknas. 2010. Kurikulum TK (Pedoman Pengembangan Program Pembelajaran
di TK). Jakarta : Dikdasmen.
Dian Mutiah. 2010. Psikologi Bermain Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana.
Dedi ,Dwitagama. 2012. Mengenal Penelitian Tindakan Kelas, Jakarta: Indeks
Eni Setiani. 2009. Ensiklopedia. Jakarta: Lentera Abadi.
Elizabeth Hurlock. 2011. Psikologi Perkembangan : Suatu Pendekatan Sepanjang
Rentang. Kehidupan. Jakarta : Erlangga.
Euis,Kurniati.2006. permainan Tradisional Dan Perannya dalam MengembangkanKeterampilan Sosial Anak, Jakarta: Prenada Media
Group
Fadillah, Muhammad. 2012. Desain Pembelajaran PAUD, Yogyakarta: Ar- Rizz
Media.
Hery Rahyadi. 2012 Teori-teori Belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik.
Bandung: Nusa Indah.
Kasiran,Moh, 2000, Metodologi penelitian, Malang: UIN-Malang Press.
Keen Acroni. 2012. Mengoptimalkan Tumbuh Kembang Anak Melalui Permainan Tradisional, Jakarta: Prenada Media Group.
Masitoh, Setiasih Ocih, dan Djoehaeniheny (2005) Pendekatan BelajarAktif di
Taman Kanak-Kanak. Jakarta: DEPDIKNAS.
Maria Hidayanti, 2013. Peningkatan Kemampuan Motorik Kasar Anak Melalui
Permainan Bakiak, Vol. 7, Edisi 1.
Mardiyani , 2016. Analisis Peranan Guru dalam Mengembangkan edisiplinan pada anak Usia 3-4 Tahun di PAUD Rumah Kita Semarang, https://doi.org/10.26877/paudia.v5i2.1183
Mutohir,Gusril,2014, Pengaruh Pemberian Umpan Balik dan Kemampuan Motorik Terhadap hasil belajar, Bandung : Nusa Indah
Nuri Cahyono. 2011. Permainan Eggrang Bathok Kelapa. Diambil dari : http://permainan-egrang-bathok-kelapa.html. Diakses 3 Juli 2020, jam 20.00, jam 19.35 WIB
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013. Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. No. 146.
Paizaluddin Ermalinda. 2014. Penelitian Tindakan Kelas: (Classroom action.Research) Panduan Teoritis dan Praktis. Bandung : Alfabeta
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2013. Kurikulum 2013 Pendidikan Anak Usia Dini. No. 146.
Rini Hidayani. 2009. Psikologi Perkembangan Anak. Jakarta: Universitas Terbuka.
Richard decaprio 2013 Aplikasi Teori Pembelajaran di sekolah, Yogyakarta: Diva
Press.
Ridwan, Indra Bangsawan, 2021, ‘'seni bercerita, bermain dan bernyanyi” Jambi:
Anugerah Pratama Press.
Soetoto Pontjopoetro. 2002. Permainan Anak, Tradisional Dan Aktivitas Ritmik. ..Jakarta: Universitas Terbuka.
Sofia,Hartati.2005. Perkembangan Belajar pada Anak Usia Dini. Jakarta: Departemen Nasional .
Sugiyono. 2010. Metode Penelitian Pendidikan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung : Alfabeta
Suharsimi Arikunto. 2002. Prosedur Penelitian. Jakarta : Rineka Cipta
___________. 2007. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta : Bumi Aksara
Samsudin. 2008. Pembelajaran Motorik Di Taman Kanak-kanak. Jakarta: Litera
Prenada Media Group.
Sri Mulyani, 2013 Cara Cerdas Mendidik Dan Mengoptimalkan Kecerdasan Anak,
Yogyakarta: Buana Pustaka.
Suyadi, 2014, Teori Pembelajaran Anak Usia Dini, (bandung, PT. Remaja
Rosdakarya.
Suyadi, dan Dahlia, 2015. Implementasi dan Inovasi Kurikulum Paud 2013,
Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Yamin, Martinis, & Jamilah Sabri Sanan. 2013. Panduan PAUD Pendidikan Anak
Usia Dini. Ciputat: Referensi.
Wahyuningsih, Sri, 2009, Permainan tTradsional untuk usia 4-5 tahun,
Bandung : Sandiarta Sukses