MENINGKATKAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS MELALUI KEGIATAN MEWARNAI GAMBAR PADA ANAK KELOMPOK A TK KARYAWAN KOTA BARU BANDA ACEH
Abstract
Penelitian ini berjudul meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A TK Karyawan Kota Baru Banda Aceh. Rumusan Masalah dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A TK Karyawan Kota Baru Banda Aceh?”. Tujuan penelitian ini adalah untuk untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak kelompok A TK Karyawan Kota Baru Banda Aceh. Metode penelitian: Jenis penelitian ini merupakan Penelitian Tindakan Kelas atau (Classroom Action Researc). Hasil penelitian: Hasil yang diperoleh pada pra dari 19 anak pada indikator menggambar ban mobil dengan kategori BB sebanyak 14 anak (74%), MB 3 anak (15%), BSH 2 anak (11%) dan kategori BSB 0 anak (23%), indikator mewarnai gambar ban mobil dengan kategori BB sebanyak anak 10 (53%), MB 5 anak (26%), BSH 3 anak (16%) dan kategori BSB 1 anak (5%), indikator menciplak bentuk topi dengan kategori BB sebanyak anak 12 (63%), MB 3 anak (16%), BSH 3 anak (16%) dan kategori BSB 1 anak (5%), indikator mewarnai bentuk topi dengan kategori BB sebanyak anak 6 (31%), MB 4 anak (21%), BSH 6 anak (31%) dan kategori BSB 3 anak (16%), indikator membuat kolase pola payung menggunakan potongan kertas dengan kategori BB sebanyak anak 10 (53%), MB 5 anak (26%), BSH 3 anak (16%) dan kategori BSB 1 anak (5%). indikator mewarnai gambar payung menggunakan pelepah pisang dengan kategori BB sebanyak anak 11 (58%), MB 5 anak (26%), BSH 2 anak (11%) dan kategori BSB 1 anak (5%). Dan terjadi peningkatan pada siklus 2 yaitu dari 19 anak pada indikator menggambar ban mobil dengan kategori BB sebanyak 3 anak (16%), MB 2 anak (10%), BSH 10 anak (53%) dan kategori BSB 4 anak (21%), indikator mewarnai gambar ban mobil dengan kategori BB sebanyak anak 2 (10%), MB 4 anak (21%), BSH 11 anak (56%) dan kategori BSB 3 anak (16%), indikator menciplak bentuk topi dengan kategori BB sebanyak anak 1 (5%), MB 4 anak (21%), BSH 9 anak (47%) dan kategori BSB 4 anak (21%), indikator mewarnai bentuk topi dengan kategori BB sebanyak anak 1 (5%), MB3 anak (16%), BSH 12 anak (63%) dan kategori BSB 3 anak (16%), indikator membuat kolase pola payung menggunakan potongan kertas dengan kategori BB sebanyak anak 2 (10%), MB 4 anak (21%), BSH 9 anak (47%) dan kategori BSB 4 anak (21%). indikator mewarnai gambar payung menggunakan pelepah pisang dengan kategori BB sebanyak anak 1 (5%), MB 2 anak (10%), BSH 13 anak (68%) dan kategori BSB 3 anak (16%). Kesimpulan: Dapat disimpulkan bahwa kemampuan motorik halus anak kelompok A TK Karyawan Kota Baru menunjukkan adanya peningkatan pada kemampuan fisik motorik halus anak melalui mewarnai
Keywords
kemampuan motorik halus, mewarnai gambar
References
DAFTAR PUSTAKA
Anas Sujinano. 2011. Pengantar Statistik Pendidikan. Jakarta: Rajawali Press.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta
Desmita , 2012. Psikologi Perkembangan. Bandung: Remaja Rosdakarya
Fadillah, M. 2014. Implementasi Kurikulum 2013 Dalam Pembelajaran SD/MI, SD/MTS, dan SMA/MA. Yogyakarta
Hasbullah. 2015. Dasar-dasar Ilmu Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo. Persada.
Ihkwani. 2013. Pendidikan Karakter Anak Usia Dini. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
Mardiani. 2006. Perkembangan BelajarAnak Usia Dini. Jakarta: Departemen Pendidikan Nasional, Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi.
Mulyasa 2009 Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar Proses. Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Group
Munandar. 2006 Ragam Alat Bantu Media Pengajaran. Yogyakarta: Diva Press Anggota IKAPI
Sumantri. (2016). Strategi pembelajaran: teori dan praktik di tingkat pendidikan dasar. Jogjakarta
Tilong 2016 Pendidikan Anak Usia Dini.(Ahli bahasa: Pius Nasar). Jakarta: Indeks Slamet.
Wiyani, Novan Ardy. 2016. Bina Karakter Anak Usia Dini. Jogjakarta.