UBBG Institutional Repository
  • Browse
    • Final Year Projects
    • Books by Lecturers
    • Other Books
    • Internal Proceedings
    • External Proceedings
    • Campus Magazines
    • News Clippings
    • Social Media Clippings
    • Articles by Lecturers
    • Inauguration Speech
    • Research Reports
    • Community Service Reports
  • Prodi Index
  • Year Index
  • Our Library
  • OPAC
  • Policies
  •   Advanced Search

Advanced Search

How to cite  

Arini, W. (2017). ANALISIS UNSUR FISIK DAN BUDAYA DALAM PANTUN MASYARAKAT ACEH BESAR (Undergraduate thesis, Universitas Bina Bangsa Getsempena). Retrieved from https://repository.bbg.ac.id/handle/1288.
Arini, Wirda. “ANALISIS UNSUR FISIK DAN BUDAYA DALAM PANTUN MASYARAKAT ACEH BESAR.” Undergraduate thesis, Universitas Bina Bangsa Getsempena, 2017, https://repository.bbg.ac.id/handle/1288.

ANALISIS UNSUR FISIK DAN BUDAYA DALAM PANTUN MASYARAKAT ACEH BESAR

Thumbnail

View/Open

F0113028W.pdf (494 KB)

Issue Year

2017

Author(s):

Wirda Arini

Abstract

Pantun merupakan salah satu karya sastra yang mulai ditinggalkan atau hampir punah dikalangan masyarakat sekarang ini. Penelitian ini penting dilakukan karena ingin melestarikan dan membudayakan kembali pantun-pantun yang terdapat di Aceh Besar. Masalah yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana unsur fisik dalam pantun masyarakat Aceh Besar, (2) bagaimana unsur budaya dalam pantun masyarakat Aceh Besar. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis unsur fisik dan budaya dalam pantun masyarakat Aceh Besar. Dimungkinkan tidak semua pantun yang terdapat di Aceh Besar mengandung unsur fisik dan budayanya. Lokasi yang dipilih dalam penelitian ini adalah Aceh Besar, terdiri dari lima kecamatan. Sumber data penelitian 25 orang.Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik dokumentasi dalamteknik rekaman, teknik catat dan teknik studi pustaka.Data temuan penelitian ini, menunjukkan 32 buah pantun dari masyarakat Aceh Besar.Pantun yang didapatkan sejumlah 29 buah pantun yang mengandung unsur fisiknya sedangkan unsur budaya terdapat 13 buah dalam pantun tersebut. Berdasarkan analisis data yang dilakukan, maka dapat disimpulkan bahwa dalam masyarakat Aceh Besar terdapat pantun yang berunsur fisiknya, yaitu (1) diksi (pemilihan kata), (2) pengimajian, (3) kata konkret, (4) majas (gaya bahasa). Keempat unsur pembangun pantun itu secara keseluruhan tidak semua pantun yang terdapat di Aceh Besar mengandungunsur fisiknya. Pantun masyarakat Aceh Besar juga terdapat pantun yang berunsur budayanya, diantaranya sebagai berikut;(1) peralatan dan perlengkapan hidup, (2) mata pencaharian hidup, (3) kemasyarakatan atau organisasi sosial, (4) bahasa, (5) kesenian, (6) pengetahuan, (7) religi. Tujuh unsur budaya yang di atas, tidak secara keseluruhan dalam pantun yang terdapat di Aceh Besar mengandung unsur budaya. Penelitian ini diharapkan dapat dijadikan bahan acuan bagi peminat dan penikmat sastra daerah dalam memperkaya pengetahuan serta lebih cinta lagi dan melestarikan pantun yang ada di Aceh, karena pantun merupakan salah satu budaya Aceh yang dijadikan sebagai salah satu pedoman dalam kehidupan bermasyarakat.


Keywords

Unsur Fisik, Budaya, Pantun Aceh Besar

References

Alamsyah, Teuku. 2008. Bahan Pelatihan Mata Pelajaran Bahasa Indonesia. FKIP Unsiah: Banda Aceh.

Alisyahbana, Sutan Takdir. 2004. Puisi Lama. Jakarta: Dian Rakyat.

Arikunto, Suharsimi. 2013. Manajemen Penelitian. Jakarta: Rineka Cipta.

Emzir, dkk. 2016. Teori dan Pengajaran Sastra. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.

Harun, Mohd. 2012. Pengantar Sastra Aceh. Bandung: Citapustaka Media Perintis.

http://kebudayaan.kemdikbud.go.id/ditsejarah/2013/12/31/menggali-nilai-budaya-tradisi-lisan-dari-papua-kajian-cerita-rakyat-suku-mee.

J Waluyo, Herman. 1991. Teori dan apresiasi Puisi. Jakarta: Penerbit Erlangga.

Koentjoroningrat. 1974. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Gramedia.

L.K Ara Medri. 2008. Ensiklopedi Aceh, Adat Hikayat dan Sastra. Banda Aceh: Yayasan Mata Air Jernih (ymaj).

Mohammadi, Ali. 2016. “The Role Of Phonetic Rhyme Developments In Persian Language. Journal. Journal Title. Volume 2. Agustus 2016. Halaman 15-32.

Mudjia, Rahardjo. Triangulasi dalam Penelitian Kualitatif. (http:// mudjiarahardjo.com/artikel/270, diakses tanggal 17 November 2012).

Poerwanto, Hari. 2000. Kebudayaan dan Lingkungan dalam Perspektif Antropologi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar Offset.

Rahman Abror, ABD. 2009. Pantun Melayu Titik Temu Islam dan Budaya Lokal Nusantara. Yogyakarta: LSM Yogyakarta.

Ratna, Nyoman Kutha. 2011. Antropologi Sastra, Peranan Unsur-unsur Kebudayaan dalam Proses Kreatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Redaksi PM. 2012. Sastra Indonesia paling Lengkap. Depok: Pustaka Makmur.

Rizal, Yose. 2010. Apresiasi Puisi dan Sastra Indonesia. Jakarta: As Agency.

Setiadi, Elly M. 2007. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar. Jakarta: Kencana.

Siregar, Sofian. 2013. Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Fajar Interpratama Mandiri.

Sugiyono. 2014. Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung: Alfa Beta.

Tarigan, Hendry Guntur. 1986. Prinsip-prinsip dasar sastra. Bandung: Angkasa.

Wildan. 2001. Tata Bahasa Aceh. Banda Aceh: Dinas pendidikan Nanggroe Aceh Darussalam.

Zuber, Usman. 1990. Kesusastraan Lama Indonesia. Jakarta: Gunung Agung.

URI

https://repository.bbg.ac.id/handle/1288

Collections

  • Final Year Projects S1 PENBI

Browse

Main Collections Final Year Projects (1023)Books by Lecturers (10)Other Books (514)Internal Proceedings (160)External Proceedings (99)Campus Magazines (32)News Clippings (49)Social Media Clippings (3)Articles by Lecturers (2)Inauguration Speech (5)Research Reports (566)Community Service Reports (531)

© 2026 UBBG Institutional Repository