PERBANDINGAN MODEL PEMBELAJARAN MAKE A MATCH DENGAN MODEL PEMBELAJARAN NHT DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA SUBTEMA I LINGKUNGAN TEMPAT TINGGALKU DI KELAS IV SD NEGERI 70 BANDA ACEH
Abstract
Hasil belajar siswa terus diupayakan oleh guru di SDN 70 Banda Aceh, hal ini dikarenakan masih rendahnya hasil belajar siswa kelas IV yaitu masih terdapat siswa yang tidak mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang ditetapkan sebanyak 75 untuk pelajaran Tematik. Penelitian ini bermaksud menguji perbandingan hasil belajar siswa yang diajarkan dengan model make a match dengan model Numbered Head Together. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil belajar siswa setelah diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran make a match dan hasil belajar setelah diajarkan dengan menggunakan model pembelajaran Numbered Head Together pada subtema 1 lingkungan tempat tinggalku di kelas IV SDNegeri 70 Banda Aceh, serta untuk menganalisis perbandingan hasil belajar siswa setelah diajarkan dengan menggunakan model pembelajaranmakea match dengan model Numbered Head Together di kelas IV SDNegeri 70 Banda Aceh. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, dengan jenis komparasi. Populasi penelitian seluruh siswa kelas IV terbagi dalam 2 kelas, yaitu IV-a berjumlah 26 orang siswa dan IV-b berjumlah 28 orang siswa jumlah keseluruhan adalah 54 siswa. Setelah diundi ditetapkan kelas IV-b(28 siswa) sebagai kelas yang diterapkan model make a matchdankelas IV-a(26 siswa) sebagai yang diterapkan model Numbered Head Together. Pengumpulan data melalui tes yang dilakukan dua kali yaitu pretest dan posttest. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan statistik (uji-t). Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil belajar siswa kelas IV yang diajarkan dengan menggunakan model make a match lebih tinggi dari nilai siswa kelas yang diajarkan dengan model Numbered Head Together, hal ini dapat dilihat dari nilai rata-rata kelas yang diperoleh, yaitu siswa kelas make a matchmemperoleh nilai rata-rata 79,92 sedangkan kelas Numbered Head Together memperoleh nilai rata-rata 72,65. Perbandingan hasil belajar ini dapat dibuktikan hasil pengujian hipotesis pada tarafsignifikan5%diperolehthitung> ttabel (2,125>1,671) sehingga Ha diterima. Maka dapat disimpulkan bahwa hasilbelajarsiswa yang diajarkandenganmenggunakan model make a matchlebihtinggidaripadahasilbelajarsiswa yang diajarkandenganmenggunakan model Numbered Head Together di kelas IV SD Negeri 70 Banda Aceh.
Keywords
model Make a Match, NHT, hasil belajar
References
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosudur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Baker, Daniel Paul. 2013. The Effects of Implementing the Cooperative Learning Structure, Numbered Heads Together, in Chemistry Classes at a Rural, Low Performing High School. International Journal. B.S., Louisiana State University.
Djamarah, Syaiful Bahri. 2008. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.
Candra, Kusuma Lestari. 2016. Penerapan Metode Numbered Heads Together (NHT) untuk Meningkatkan Keaktifan Dan Hasil Belajar Siswa Terhadap Mata Pelajaran Mulok Produktif Membuat Jajanan Tradisional Kelas X Tphp II di SMK N 1 Pandak Tahun Ajaran 2014/2015. S1 Thesis, UNY.
Emzir . 2009. Metodologi pendidikan Kuantitatif dan Kualitatif. Jakarta: Grafindo Raja Persad
Huda, Miftahul. 2013. Model-Model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar
Indrawati dan Setiawan, Wawan. 2009. Pembelajaran Aktif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan untuk Guru SD. Jakarta: PPPPTK IPA
Kemendikbud. 2014. Tema 4 Tematik Terpadu Kurikulum 2013 untuk SD/MI Kelas IV. Jakarta: Kemendikbud.
La Misu. Mathematical Problem Solving of Student by Approach Behavior Learning Theory. International Journal of Education and Research. Vol. 2 No. 10 October 2014. ISSN: 2201-6333 (online) www.ijern.com. Diakses hari Selasa, 21 November 2017.
Lie, Anita. 2008. Cooperatif Learning: Memperaktikkan Cooperatif Learning di Ruang-Ruang Kelas. Jakarta: Grasindo.
Margono. 2010. Metodologi Penelitian Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta
Markaban. 2008. Model Pembelajaran Matematika dengan Penemuan Terbimbing. Cet. Ke 3. Yogyakarta: Depdiknas.
Mulyadi, Sri Kamulyan dan Risminawati. 2012. Model-Model Pembelajaran Inovatif di Sekolah Dasar. Surakarta: FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Nasution, S. 2008. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar Mengajar, Jakarta: Bumi Aksara.
Purwanto, Ngalim. 2007. Psikologi Pendidikan. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Purwanto, Ngalim. 2010. Evaluasi Hasil belajar. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Rifai'i, Achmad dan Chatharina Tri Anni. 2009. Psikologi Pendidikan. Semarang: UNNES Press.
Saifuddin, Azwar. 2013. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Sanjaya, Wina. 2009. Strategi pmbelajaran Berorientasi Standar Proses Pendidikan. Jakarta: Kencana Prenada Media Group.
Slameto. 2010. Belajar dan Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi. Jakarta: Rineka Cipta.
Sukardi. 2008. Evaluasi Pendidikan Prinsip dan Operasional. Yogyakarta: Bumi Aksara.
Sulisti, Wiwik. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Make a Match untuk. Meningkatkan Hasil Belajar IPA Siswa II MI Ma'arif Sambang Borobudur Magelang Tahun Pelajaran 2013/2014. Skripsi. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan UIN Sunan Kalijga.
Sulistyaningsih, Febriyani. 2014. Penerapan Model Pembelajaran Make A Match Berbantuan Power Point Dilengkapi LKS untuk Meningkatkan Motivasi dan Hasil Belajar pada Pokok Bahasan Isomer dan Reaksi Senyawa Hidrokarbon Kelas X SMA Batik 1 Surakarta Tahun Pelajaran 2012/2013. Jurnal Pendidikan Kimia (JPK), Vol. 3 No. 2 Tahun 2014.
Sudjana, Nana. 2009. Metode Statistika. Cet 11. Bandung: Tarsito.
________, 2010. Penilain Hasil Proses Belajar Mengajar, Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suprijono, Agus. 2011 Cooperative Learning Teori & Aplikasi Paikem.Yogyakarta: Belajar.
Syah, Muhibbin. 2011.Psikologi belajar. Ed Revisi 11. Jakarta: Rajawali Pers.
Winkel, W. S. 2010. Psikologi Pendidikan dan Evaluasi Belajar. Edisi Ke-3. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.