PENINGKATAN KEMAMPUAN MOTORIK HALUS ANAK MELALUI MERONCE BENTUK GEOMETRI PADA ANAK KELOMPOK B4 TK NEGERI 1 BANDA ACEH
Abstract
Gangguan motorik pada usia pra sekolah diperkirakan dari 5-3% dan sebanyak 60% dari kasus yang ditemukan terjadi secara spontan pada umur di bawah 5 tahun. Dalam meningkatkan perkembangan motorik halus anak banyak aktivitas kelas yang membantu anak-anak dalam mengendalikan motorik halus guna menstimulasi syaraf-syaraf otot anak agar berfungsi dengan baik. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan motorik halus anak ditekankan pada pengaktifan pembelajaran untuk membangun pengetahuan dan ketrampilan melalui pengalaman secara langsung. Salah satu kegiatan yang dapat menstimulus perkembangan motorik halus anak adalah dengan kegiatan meronce bentuk geometri. Tujuan penelitian ini adalah untuk meningkatkan motorik halus pada anak Kelompok B4 TK Negeri 1 Banda Aceh Tahun Ajaran 2021/2022. Penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dan dilaksanakan di TK Negeri 1 Banda Aceh Tahun Ajaran 2021/2022 dengan jumlah anak 20 yang terdiri dari 10 anak perempuan dan 10 anak laki-laki. Adapun permasalahan dalam penelitian ini adalah belum optimalnya perkembanganya motorik halus pada anak kelompok B4 TK Negeri 1 Banda Aceh. Motorik halus pada anak Kelompok B4 TK Negeri 1 Banda Aceh setelah diberi tindakan melalui kegiatan meronce menunjukkan peningkatan yang baik. Hal tersebut dapat dilihat dari hasil observasi pada setiap siklus. Sebagaimana hasil observasi siklus I kategori Belum Berkembang (BB) sebanyak 7%, pada kategori Mulai Berkembang (MB) sebanyak 40%, pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebanyak 50%. Dan pada katagori Berkembang Sangat Baik (BSB) 3% dengan tingkat ketuntasan belajar siswa masih dibawah standar ketuntasan belajar yaitu dengan presentase 45 % dari seharusnya 75%. Sedangkan siklus II kategori Belum Berkembang (BB) sebanyak 0%, pada kategori Mulai Berkembang (MB) sebanyak 10%, pada kategori Berkembang Sesuai Harapan (BSH) sebanyak 45%. Dan pada katagori Berkembang Sangat Baik (BSB) 45% dengan tingkat ketuntasan klasikal 95 % dari seharusnya 75%. Berdasarkan penjabaran di atas dengan adanya kemajuan pada setiap siklus, dapat disimpulkan bahwa kegiatan meronce bentuk geometri dapat meningkatkan motorik halus pada anak kelompok B4 TK Negeri 1 Banda Aceh. Saran yang dapat peneliti sampaikan, Pembelajaran melalui kegiatan meronce bentuk geometri dapat dijadikan salah satu alternatif pembelajaran yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan motorik halus pada anak.
Keywords
Motorik Halus, Kegiatan Meronce, Bentuk Geometri
References
Arifah, N. A. 2017. Penelitian Tindakkan Kelas & Karya Tulis Ilmiah Untuk Guru. Yogyakarta: Araska.
Beetlestone, F. 2012. Strategi Pembelajaran Untuk Melestarikan Kreativitas Siswa. Bandung: Nusa Media.
Bungin, Burhan. 2011. Penelitian Kualitatif. Jakarta: Kencana Predana Media Group
Dewi, N.K. 2019, Peningkatan Kemampuan Mengenal Bentuk Geometri Melalui Media Jepit Geometri Taman Kanak-Kanak Bahana Al-Aqsha Di Sidomukti kecamatan Krian Kabupaten Sidoarjo, Skripsi, Program Sarjana Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya
Departemen Pendidikan Nasional. 2014. Kamus Besar Bahasa Indonesia Cetakan ke delapan Belas Edisi IV. Jakarta : Gramedia Pustaka Utama
Erna, K. 2017. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Meronce Dengan Media Manik-Manik Di Kelompok B Tk Aisyiyah Bustanul Athfal
Bromo Medan. p-ISSN : 2355-1720 e-ISSN`: 2407-4926, SEJ VOLUME 7 NO. 1 JUNI 2017
Febriana, A, Kusumaningtyas, L.E. 2017. Meningkatkan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Menganyam Pada Anak Kelompok B Usia 5-6 Tahun. Jurnal AUDI.
(http://ejurnal.unisri.ac.id/index.php/jpaud)
Iskandar, Dadang & Narsim. (2011). Penelitian Tindakan Kelas dan Publikasinya. Cilacap: Ihya Media
Jannah, W. 2019, Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Meronce Bentuk Dan Warna Pada Kelompok B Tk Pertiwi Selong. Jurnal Pendidikan dan Sains Volume 1, Nomor 3, 232-254 (https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/bintang)
Khadijah, dan Amelia. 2020. Perkembangan Fisik Motorik Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana
Kementrian Kesehatan Republik Indonesia. 2012. Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2011. Jakarta: Kemenkes RI
Mansur. 2011. Pendidikan Anak Usia Dini dalam Islam.Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Makhmudah, dan Anggraini. 2020. Perkembangan Motorik AUD. Jakarta: Guepedia
Pamadhi.H dan Sukardi S. 2014. Seni Keterampilan Anak.. Tangerang: Universitas Terbuka
Permendikbud Nomor 137 Tahun 2014. Tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini (SN-PAUD). Jakarta : Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini
Prihartini. 2019. Meningkatkan Kemampuan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Beronce Bentuk Dan Warna Pada Kelompok A Tk Pgri 30 Pringga Sela, Jurnal Pendidikan dan Sains Volume 1, Nomor 1,(https://ejournal.stitpn.ac.id/index.php/bintang)
Rahyubi.2012. Teori-teori belajar dan Aplikasi Pembelajaran Motorik. Bandung: Nusa Media
Sari, O. 2018, Menigkatkan Keterampilan Motorik Halus Anak Melalui Kegiatan Meronce di TK B Tunas Bangsa Bukittinggi, Skripsi, Program Sarjana Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Batusangkar
Susanto, dan Ahmad. 2011. Perkembangan Anak Usia Dini, Jakarta: Kencana.
Soetjiningsih, C.H. 2012. Perkembangan Anak. Jakarta: Prenada
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Pendidikan (Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D), Bandung: Alfabeta
Sobur. A. 2013. Psikologi Umum dalam Lintas Sejarah. Bandung: CV Pustaka Setia.
Trianto. 2011. Panduan lengkap Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Prestasi Pustaka.
Triana. D. D. 2016.Strategi Evaluasi Formatif Sebagai Peningkatan Keterampilan Menari. Panggung Vol.26 No.1 (https://www.researchgate.net/publication/320376212)