EVALUASI KONDISI FISIK DOMINAN UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN LARI 100 METER SISWA SMP NEGERI 1 SAMPOINEIT KABUPATEN ACEH JAYA
Abstract
Penelitian ini didasarkan oleh hasil pengamatan selama ini dilapangan, seorang pelatih dalam menganalisis hasil perlombaan terhadap lari 100 meter hanya didasarkan pada metode yang bersifat klasikal, beberapa pelatih tidak melakukan analisis secara detail terhadap teknik analisis fisik dominan terutama bagi siswa. Selama melatih, pelatih hanya dapat mengukur total hasil pelaksanaan lari sejauh 100 meter dari siswa, hal tersebut mengakibatkan terjadinya kesulitan bagi pelatih dalam mengevaluasi hasil latihan dan pertandingan, khususnya lari 100 meter bagaimana mengatur strategi saat berlari menyesuaikan irama dan tempo lari siswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana tingkat kemampuan lari 100 meter pada Siswa Kelas VII. SMP Negeri 1 Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya. Populasi didalam penelitian ini adalah seluruh Siswa Kelas VII. SMP Negeri 1 Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya berjumlah 176 orang siswa. Sampel diambil dengan menggunakan teknik purposive random sampling yaitu berjumlah 25 orang dengan rincian laki – laki 10 siswa dan perempuan berjumlah 15 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tiga item tes yaitu daya ledak otot tungkai, tes kecepatan, dan kemampuan lari 100 meter. Hasil penelitian yang didapatkan dalam penelitian ini adalah Analisis Kemampuan Lari 100 meter Siswa Kelas VII. SMP Negeri 1 Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, dengan rincian rata-rata nilai sebesar 54,6 berada pada kategori tinggi (baik) dengan rincian sebagai berikut: (1) Sebanyak 14 responden berada pada kategori tinggi dengan tingkat persentase 87%, (2) Sebanyak 11 responden berada pada kategori sedang dengan tingkat persentase 61%. Maka, dengan demikian Tingginya Kemampuan Lari 100 meter Siswa Kelas VII. SMP Negeri 1 Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya, komponen fisik dominan Siswa Kelas VII. SMP Negeri 1 Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya secara keseluruhan berada pada kategori baik, maka dengan Rincian sebagai berikut: daya ledak otot tungkai Siswa Kelas VII. SMP Negeri 1 Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya berada pada kategori baik, kecepatan Siswa Kelas VII. SMP Negeri 1 Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya berada pada kategori baik, Kemampuan lari 100 meter pada Siswa Kelas VII. SMP Negeri 1 Sampoiniet, Kabupaten Aceh Jaya berada kategori baik.
Keywords
Evaluasi, kondisi fisik dominan, kemampuan lari 100 meter
References
Arsil. (2011). Pembinaan Kondisi Fisik. Padang: Fakultas Ilmu Keolahragaan UNP.
ArikuntoSuharsimi,2003. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta
Arikunto. (2013). Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta : PT. Rineka Cipta.
Abdullah, Arma (2016). Olahraga untuk Pelatih, Pembina dan Penggemar. Cetakan Kedua. PT. Sastra Huda. Jakarta.
Agus Hariyanto dan Bayu Agung Pramono. 2020. Rasio Kerja dan Istirahat: Optimalisasi Peningkatan Latihan Fisik untuk Meningkatkan Power Otot Tungkai. Jurnal Sportif: Jurnal Penelitian Pembelajaran. Vol. 6 No. 3, Desember 2020, https://doi.org/10.29407/js_unpgri.v6i3.14459
Bompa O, Tudor, (2010). Theory and Methodology of Training. Dubugue Lowa : Hunt Publising Company.
Ichsan. M. 2018. Pendidikan Kesehatan dan Olahraga, Jakarta Depdikbud
Lutan Rusli. 2011. Azas-azas Pendidikan Jasmani, Jakarta, Dirjen Olahraga
Purwanto. 2004. Psikologi Pendidikan, Bandung : PT. Remaja Rosda Karya
Sajoto. M. 2018. Pembinaan Kondisi Pisik dan Olahraga, Jakarta: Depdikbud
Slamet. 2015. Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhi, Jakarta PT Rineka Cipta Sukmadinata. 2013. Landasan Psikologi Proses Pendidikan, Bandung PT Remaja Rosda Karya Suwirman (2006) Dasar-dasar Penelitian, Padang : FIK-UNP
Balesteros, (2001). Pedoman Latihan Dasar Atletik. Jakarta: PB PASI
Edy Pranowo. 2011. Model Pembinaan Atlet Atletik Para-PON XX Papua. Uncen Press. Jayapura.
Harsono, (2005). Ilmu Choacing. Jakarta : PIO KONI PUSAT.
Ispardjadi, (2006). Pengantar Statistik Pendidikan. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Dirjen Dikti:Jakarta
Jonath, U. (2000). Model Pembelajaran Atletik, PT. Roda Jaya Putra: Jakarta.
M. Sajoto. (2005), Peningkatan dan Pembinaan Kekuatan Kondisi Fisik Dalam Olahraga. Semarang : Dahara Prize.
Mohammad Nanang Himawan Kusuma. 2020. Efek Minuman Berbasis Alkali terhadap Kadar Laktat Darah dan Denyut Nadi Istirahat setelah Aktivitas Fisik Intensitas Tinggi pada Pemain Sepakbola. Jurnal Sportif: Jurnal Penelitian Pembelajaran. Vol. 6 No. 2, Agustus 2020, pp. 348-363 https://doi.org/10.29407/js_unpgri.v6i2.14196
Mokhammad Firdaus, M. Anis Zawawi dan Karlina Dwijayanti. 2020. Menghadapi Pekan Olahraga Nasional tahun 2020: Sejauh Mana Profil Kondisi Fisik Atlet Bola Tangan Provinsi Jawa Tengah. Jurnal Sportif: Jurnal Penelitian Pembelajaran. Vol. 6 No. 3, Desember 2020,
https://doi.org/10.29407/js_unpgri.v6i3.15215
Moelek. (2001) Kesehatan Dan Olahraga. Penerbit FKUI : Jakarta
Muhajir. 2004. Pendidikan Jasmani Teori dan Praktek. Untuk SMA Kelas 1. Jakarta, PT.
R. Soekarman, (2002). Dasar Olahraga untuk Pembina, Pelatih dan Atlet. Jakarta : PT. Midas Surya Grafindo.
Sajoto (2001) Peningkatan Pembinaan Kondisi Fisik, Balai Pustaka Jakarta
Sutrisno Hadi. (2007). Metodologi Research. Yogyakarta : Yayasan Penerbit Fakultas Psikologi UGM.
Syarifuddin, (2001). Pedoman Pembinaan Kondisi Fisik Atletik. Solo: CV.Aneka.
Suryabrata ,2002). Metode Research. PT. Gramedia: Jakarta.
Sudjana, 2002. Metoda Statistika. Bandung:Tarsito.
Try Setyo Guntoro, Junalia Muhammad, dan Rif'I Qomarullah. 2020. Faktor Kemampuan Fisik dan Psikologis Penunjang Keterampilan Atlet Elit Sepkabola Propinsi Papua. Jurnal Sportif: Jurnal Penelitian Pembelajaran. Vol. 6 No. 2, Agustus 2020, pp. 390-406
https://doi.org/10.29407/js_unpgri.v6i2.13765
Widiastuti, (2011). Tes dan Pengukuran Olahraga. Jakarta: PT Bumi Timur Jaya