KAJIAN RAGAM BAHASA PADA KONTEN MEDIA SOSIAL INSTAGRAM INFLUENCER DI ACEH
Abstract
Perkembangan informasi dan teknologi yang semakin pesat berdampak pada meningkatnya penggunaan media sosial di masyarakat. Beberapa media sosial yang berkembang saat ini seperti facebook, instagram, youtube, twitter dan lain-lain, telah melahirkan gaya hidup baru dalam masyarakat. Media sosial seperti Instagram merupakan media komunikasi yang sedang eksis di tengah-tengah masyarakat. Peneliti ingin meneliti berbagai ragam bahasa komunikasi diakun media sosial Instagram dengan judul Ragam Bahasa Pada Konten Media Sosial Instagram Influencer Di Aceh. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimanakah ragam bahasa yang digunakan Influencer pada media sosial Instagram di Aceh dan apa saja jenis komunikasi dalam media sosial instagram influencer di Aceh. Penelitian ini Bertujuan untuk menganalisis ragam bahasa yang digunakan oleh influencer dalam bermedia sosial dan jenis komunikasi yang digunakan oleh influencer dalam media sosial di Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini merupakan Instagram influencer di Aceh. Sumber data dalam penelitian ini dilihat dari status @agipalaydrus, @mutya_lifyanareal, @herlinkenza dan @khalida dengan melihat unggahan status mereka Desember 2020. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan observasi dan teknik catat. Keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu mengadakan pengamatan. Teknik analisis data dalam penelitian ini yaitu megkaji ragam bahasa yang digunakan oleh influencer di Aceh dalam unggahan status mereka selama Desember 2020, kemudian mengidentifikasi ragam bahasa yang ada dalam unggahan status mereka, mendeskripsikan ragam bahasa yang digunakan influencer dalam media sosial. Berdasarkan analisis data dapat dijabarkan hasil penelitian sebagai berikut. Kajian ragam bahasa yang terdapat pada unggahan status influencer di Aceh ada 2 yaitu ragam bahasa niaga dan ragam bahasa santai. Contoh ragam bahasa niaga yang digunakan misalnyaAshraf sekarang pakai diapers @neppibaby nya misha yang ukuran XL 😂 Alhamdulillah cocok, ga pernah bocor walaupun agak besar sedikit dan ga pernah ruam popok sama sekali” ragam bahasa santai sebagai wujud ekpresi dari kegiatan sehari-hari mereka misalnya “Cari Teman itu yang sibuk nyari duit, bukan yang sibuk makan bangkai saudaranya (ghibah) berdasarkan konten bahasa, para influencer menggunakan Zeroisasi, Diftongisasi penambahan grafik diakhir kalimat, terdapat perubahan grafik seperti perubahan vokal a menjadi e, perubahan leksikal: seperti senang sekali dan perubahan semantik, mengunakan singkatan atau abreviasi dalam unggahan status seperti kata setelah, beberapa juga menggunakan mix code, dan emotion digunakan sesuai dengan pesan dari postingan, misalnya sedih, gembira dan menangis dan jenis komunikasi yang digunakan oleh influencer di Aceh dalam bermedia sosial adalah komunikasi verbal, hal ini terlihat dari unggahan status mereka dalam menyampaikan pesan. Berdasarkan hasil penelitian tersebut dapat disimpulkan bahwa para influencer di Aceh lebih banyak menggunakan bahasa niaga karena cocok digunakan untuk mempromosikan barang didalam unggahan status instagram mereka dengan tujuan agar para pengikutnya tertarik untuk membeli barang yang dipromosikan dengan menggunakan bahasa yang santai, kemudian jenis komunikasi yang digunakan adalah komunikasi verbal.
Keywords
Ragam Bahasa, Media Sosial, Influencer
References
Alwi, A. 2020. Jadilah Influencer. Bandung: Media Buku.
Alwi, H & Sugono, B. 2002. Bahasa Dan Sastra. Jakarta: Pusat Bahasa.
Aminah, S, Zuraida, & Emilda. 2020. Bahasa Indonesia: Untuk Perguruan Tinggi. Banda Aceh: Lembaga Kita.
Boyd, K. & Ellison, C. 2007. Business & Economics. Amsterdam: Elsevier.
Chaika, K. 2014. Efektif Menulis Pargarap Bahasa Indonesia. Surakarta: Indiva Media Kreasi.
Darwanto, M. 2017. Prinsip-prinsip Dunia Digital Berbasis Mass Media. Bandung: Erlangga.
Eriyanti,M, Syarifuddin, & Datoh. 2018. Mari Belajar Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Gall, M & Borg, K. (2007). Research Methodology: Qualitative and Quantitative. New York: Oxford University Press.
Jadid, I. 2019. Pengaruh Bahasa Influencer Dalam Media Komunikasi Sosial. Jurnal Ekonomi Dan Kewirausahaan. 11(2), 172177.
Jalaludin, dkk. 2014. Perbandingan Perilaku Konsumtif berdasarkan Metode Pembayaran. Jurnal. Vol 07 (02). 172-199
James, K. 2015. Thinking about new world inovation. Singapore: MacMillan.
Keraf. L. 2015. Kemampuan Menulis Dan Menyimak Berbagai Teks. Jakarta: Erlangga.
Kridalaksana, H. 2008. Kamus Linguistik. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.
Marwick, K. 2013. Discovery Learning for the 21st Century: What is it and how does it compare to traditional learning in effectivenes in the 21st Century?http://teach.valdosta.edu/are/Litreviews/vol1no1/castronova_litr.pdf. Diunduh pada tanggal 02 Juli 2020.
Mellanie, K. 2019. Tingkat Konsumentatif Masyarakat. Medan: Grapedia.
Nugriyantoro, B. 2018. Stilistika. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Prayudi Satria dan Nasution Wahidah. 2020. Ragam Bahasa dalam Media Sosial. Jurnal Metamorfosa vol 8 (2), 269
Rahmasari Dinda, 2018. Ragam Bahasa Di Media Sosial Instagram. Disertai. Program Studi Bahasa Dan Sastra Indonesia Fakultas Keguruan Dan Pendidikan Universitas Tidar , 16.
Rahardi, R. 2010. Pragmatik Kesantunan Imperatif Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.
Safitri Audina Rekha, 2019. Analisis Ragam Bahasa Media Sosial Influencer Deli Serdang: Kajian Sosiolinguistik. Jurnal Linguistik. Vol 6 (1).
Sari, W.P & Irena, L. 2019. Komunikasi Kontemporer Dan Masyarakat. Jakarta: Rajawali Perss
Senft, P. 2008. Social Media: Influence of life, Life Style. Jakarta: MacMillan.
Sugiyono. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Supartini, L.N. 2015. Ragam Bahasa Pariwisata. Jakarta: Rajawali Pers.
Wardhaugh, S. 2015. Pembelajaran Bahasa Berbasis Pendidikan Karakter. Bandung: Refika Aditama.
Welta, C. 2013. Camgirls: Celebrity & Community In The Age of Social Networks. New York: Peter Lang.
Yusri. 2016. lmu Pragmatik dalam Perspektif Kesopanan Berbahasa. Yogyakarta: Depublish Publisher