PENINGKATAN KEMAMPUAN MENGANALISIS CERPEN MENGGUNAKAN MODEL PEMBELAJARAN STUDENT FACILITATOR AND EXPLAINING TERHADAP SISWA KELAS XI SMA 5 BANDA ACEH
Abstract
Keterampilan menganalisis cerita cerpen adalah salah satu materi yang terdapat dalam mata pelajaran bahasa Indonesia. Penelitian ini berkaitan dengan peningkatan kemampuan menganalisis cerita cerpen menggunakan model Student Facilitator and Explaining. Berdasarkan observasi pada siswa kelas XI BIPA 4 SMA 5 Banda Aceh menunjukan bahwa proses dan hasil pembelajaran menganalisis cerpen masih rendah. Faktor penyebab adalah kurangnya pemahaman siswa terhadap analisis cerpen. Hal ini dibuktikan dengan tercapainya kriteria ketuntasan minimal (KKM) yang diterapkan yaitu 75. Salah satu model yang mendukung yaitu Student Facilitator and Explaining. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu bagaimana model Student Facilitator and Explaining dapat meningkatkan kemampuan membaca cerpen di kelas XI BIPA 4 SMAN 5 Banda Aceh? Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan siswa menganalisis cerpen dengan penerapan model pembelajarans Student Facilitator and Explaining di kelas XI BIPA 4 SMA Negeri 5 Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) sedangakan pendekatanya adalah Mix methode. Prosudur penelitian berbentuk siklus. Setiap siklus terdiri dari empat tahap meliputi: perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan bentuk observasi dan tes. Pengumpulan data ini menggunakan instrumen observasi kinerja guru dan lembar tes siswa berupa esai. Setelah data terkumpul kemudian dianalisis menggunakan teknik statistik sederhana dalam bentuk perhitungan nilai rata-rata berdasarkan hasil nilai siswa. Berdasarkan hasil analisis data, pada kegiatan observasi awal diproleh hasil tes siswa rata-rata 20,1 angkah ini belum memenuhi standar KKM sehingga dilakukan kegitan ke siklus I. Pada hasil tes siklus I diproleh nilai rata-rata siswa 54,1 presentase antara nilai observasi awal dan siklus I sebesar 24% namun masih belum mencapai taraf ketuntasan sehinggan dilanjutkan ke siklus II. Pada hasil kegiatan siklus II diproleh nilai tes siswa rata-rata 62.5, persentase antara I dan II sebesar 45% sedikit ada peningkatan namun masih belum meningkat, maka penelitian ini dilanjutkan ke siklus III. Pada hasil kegiatan siklus III menunjukan bahwa hasil tes menunjukan nilai rata-rata siswa 83,1 sudah tuntasan sebanyak 90%. Kemudian kegitan observasi aktivitas guru siklus I diproleh nilai rata-rata 60 termasuk dalam kategori cukup,sehingga harus harus diperbaiki pada siklus II. Pada hasil kegitatan observasi guru siklus II dan III sudah meningkat 85 termasuk sangat baik. Dengan demikian dapat disimpulkan model Student Facilitator and Explaining pada siswa kelas XI BIPA 4 SMA Negeri 5 Banda Aceh dapat meningkatkan kemampuan siswa dalam menganalisis cerpen hal ini terlihat dari peningkatan pada setiap siklusnya.
Keywords
Kata kunci model Student Facilitator, Explaining, Analisis cerpen. Kata kunci model Student Facilitator, Explaining, Analisis cerpen
References
DAFTAR PUSTAKA
Asrori. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Wacana.
Agus Suprijono. 2009. Cooperative Learning: Teori dan Aplikasi PAIKEM. Yogyakarta : Pustaka Pelajar.
Aminuddin. 2012. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru.
Arikunto, Suharsimi. 2010. Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Arikunto, dkk. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Baeti Novita Sari, 2016. Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining (SFE) untuk Meningkatkan Keterampilan Berbicara. Surakarta: Universitas Sebelas Maret.
Depdiknas, 2010. Model Pembelajaran IPS, Malang: Pusat KurikulumBaltibang Depdiknas.
Fajar Rachmawati, 2008. Dunia di Balik Kata (Pintar Membaca). Yogyakarta: Grtra Aji Parama.
Hosnan. 2014. Pendekatan Saintifik dan Kontekstual dalam Pembelajaran Abad 21. Bogor: Ghalia Indonesia.
Huda. 2013. Model-model Pengajaran dan Pembelajaran. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Ima Luciany Milansari. 2018. Penerapan Model Pembelajaran SFAE UNTUK MeningkatkanMinat dan Hasil Belajar Siswa X TAV SMK Muhammadiyah 1Bantul. Jurnal Elektronik Pendidikan Teknik Elektronika Volume 7 Nomor 4 Tahun 2018.
Kosasih. 2012. Dasar-Dasar Keterampilan Bersastra. Bandung: Yrama Widya.
Kunandar. 2008. Langkah Mudah Penelitian Tindakan Kelas Sebagai Pengembangan Profesi Guru. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Meirisyah, 2017.Pengaruh Penerapan Model Pembelajaran Student Facilitator and Explaining Terhadap Hasil Belajar Bahasa Indonesia Siswa Kelas IV Madrasah Ibtidaiyah Ma'Had Islamy 1 Ulu Palembang. Palembang: UIN Raden Fatah.
Mulyasa. 2012. Praktek Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nasution. 2009. Berbagai Pendekatan Dalam Proses Belajar dan Mengajar. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Nurgiyantoro, Burhan. 2010. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press.
Nurhadi. 2008. Membaca Cepat dan Efektif. Bandung : Sinar Baru.
Purba, Antilan. 2010. Sastra Indonesia Kontemporer. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Samsu Somadayo. 2011. Strategi dan Teknik Pembelajaran Membaca. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Suherli ddk, 2017. Bahasa Indonesia.jakarta :kementrian pendidikan dan kebudayaan
Saini K.M dan Sumarjo,jakarta.1984 Memahami Kususastraan, Bandung: Alumni
Saleh Abbas. 2009. Pembelajaran Bahasa Indonesia yang Efektif di Sekolah Dasar. Jakarta : Depdiknas.
Sayuti, Suminto A. 2009. Berkenalan dengan Prosa Fiksi. Yogyakarta: Gama Media.
Siswanto Wahyudi. 2008. Pengantar Teori Sastra. Jakarta: Grasindo.
Sumardjo, Jakob. 2004. Menulis Cerita Pendek. Bandung: Pustaka Latifah.
Suryaman, Maman. 2010. Diktat Mata Kuliah Strategi Pembelajaran Sastra. Yogyakarta: PBSI FBS UNY.
Stanton, Robert. 2007. Teori Fiksi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Tarigan, Henry Guntur. 2008. Menulis sebagai Keterampilan Berbahasa. Bandung: Angkasa Bandung.
Wellek, Rene dan Warren Austin. 2014. Teori Kesusastraan. Jakarta: Gramedia. Pustaka Media.