REALISASI TINDAK KESANTUNAN BERBAHASA DI TPA BABUL ILMI ALUE KEUMANG ACEH BARAT
Abstract
Kesantunan merupakan aspek kebahasaan yang amat penting karena dapat memperlancar interaksi antar individu. Penutur berbahasa Indonesia sekarang kurang memperhatikan maksim sopan santun dalam berbahasa. Oleh karena itu, peneliti ingin meneliti kesantunan berbahasa di TPA Babul Ilmi Alue Keumang saat bertutur dengan judul “Realisasi Tindak Kesantunan Berbahasa di TPA Babul Ilmi Alue Keumang Aceh Barat”. Rumusan masalah dari penelitian ini adalah bagaimana tingkat kesantunan berbahasa di TPA Babul Ilmi Alue keumang dan bagaimana realisasi bentuk kesantunan berbahasa di TPA Babul Ilmi Alue Keumang. Penelitian ini memiliki dua tujuan pertama untuk menjelaskan tingkat kesantunan berbahasa di TPA Babul Ilmi Alue Keumang dalam bertutur dan kedua mendeskripsikan realisasi tindak kesantunan berbahasa di TPA Babul Ilmi Alue Keumang. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini yaitu berupa tindak kesantunan berbahasa yang diucapkan atau dituturkan oleh anak-anak dan ustadz/ustadzah di TPA Babul Ilmi Alue Keumang. Sumber data dari penelitian ini adalah adalah anak-anak dan ustadz/ustadzah di TPA Babul Ilmi Alue Keumang. Data penelitian ini dikumpulkan dengan menggunakan teknik observasi, wawancara dan simak catat. Keabsahan yang digunakan dalam penelitian ini adalah tringulasi sumber yang mempunyai tujuan untuk manganalisis masalah-masalah yang telah dijadikan objek penelitian. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat kesantunan berbahasa di TPA Babul Ilmi Alue Keumang termasuk dalam kategori santun karena telah memenuhi enam maksim kesantunan, yaitu maksim kebijaksanaan sebanyak 4 data, bentuk realisasinya seperti ”Meunyoe salah bek peu khem beh, peureuno jeut. (Kalau salah jangan diketawain yaa. Diajarin boleh.)”, selanjutnya, maksim penghargaan sebanyak 2 data, bentuk realisasinya seperti ”Kalon lage Zamir, jih ka lancar baca karena jih sering menghapai dirumoh dan sabe sembahyang wate.(Liat Zamir, dia udah lancar bacanya karena dia sering menghafal dirumah dan selalu salat 5 waktu)”, setelah itu maksim kedermawanan sebanyak 1 data, bentuk realisasinya seperti “Pakek bedua ngon loen mantong. (Pakai berdua sama sayasaja)”, lalu maksim kesederhanaan sebanyak 1 data, bentuk realisasinya seperti “Get akai desi eh, ditem bagi dua al-quran jih. (Baik Desi yaa, mau berbagi al-quran)”, kemudian maksim kecocokan sebanyak 6 data, bentuk realisasinya seperti “Teh sembahyang ile? (tes sembahyang dulu?)”, dan maksim kesimpatian sebanyak 1 data, bentuk realisasinya seperti “Nyankeh meruno dirumoh, mangat wate maju lancar. (Itulah belajar dirumah, supaya pas maju bisa lancar)”. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa tingkat dan realisasi bentuk kesantunan berbahasa di TPA Babul Ilmi Alue Keumang termasuk dalam kategori santun karena telah memenuhi enam maksim kesantunan berbahasa.
Keywords
realisasi, kesantunan berbahasa, di TPA
References
Aldina, C.N. (2015). PRESUPPOSITION DALAM UJARAN PADA IKLAN TIDE AND DOWNY KAJIAN PRAGMATIK(Doctoral dissertation, Universitas Widyatama).
Amri, Yusni Khairul.2005. Bahasa Indonesia: Pemahaman Dasar-Dasar Bahasa Indonesia
Andreanus, J. (2015). Tindak Ujar Ekspresif dalam Film Freedom Writer Karya Erin Gruwell Suatu Kajian Pragmatik. Jurnal Elektronik Fakultas Sastra Universitas Sam Ratulangi, 3(5).
Arikunto, 2010, Analisis Wacana. Bandung:PT Intan Sejati.
Ariputra, Aditya Mahendra. Realisasi Tindak Kesantunan Komisif Di kalangan Masyarakat Pedagang Pasar Tradisional. Diss. Universitas Muhammadiyah Surakarta, 2015
Chaer, Abdul. 2007 Lingusitik Umum. Jakarta: Rineka Cipta
Cipta Wardani, A. (2015). Realisasi Tindak Kesantunan Memohon Pada Tuturan Anak Smp Se-Kecamatan Kerjo Kabupaten Karanganyar (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Djumingin, Sulastriningsih. 2011. Strategi dan Apikasi Mode Pembelajaran Inovatif Bahasa dan Sastra. Makasar:Badan Penerbit UNM.
Hartini, H. I., AR, H. F., & Charlini, C. (2017). Kesantunan Berbahasa dalam Komentar Caption Instagram (Doctoral dissertation, Riau University)
Lailatul, Wahidah,Y., & Wijaya, H. (2017). Analisis Kesantunan Berbahasa Menurut Leech pada Tuturan Berbahasa Arab Guru Pondok Pesantren Ibnul Qoyyim Putra Yogyakarta Tahun Ajaran 2016/2017 (Kajian Pragmatik). Jurnal Al Bayan: Jurnal Jurusan Pendidikan Bahasa Arab, (1), 1-16
Leech, Geoffrey. 1993. Prinsip-Prinsip Pragmatik. Okam M. D. D. 2015. Jakarta: Penerbit Universitas Indonesia.
Maleong, L. J. 2007. Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Nadar, F. X 2009. Pragmatik dan Penelitian Pragmatik. Yogyakarta:Graha Ilmu.
Pranowo.2009. Berbahasa Secara Santun. Yogyakarta:pustaka pelajar.
Prayitno, H.J, A Ngalim, and N. Jamaludin. “ Pergeseran Realisasi Tindak Kesantunan Direktif Mereduksi Nilai Kesantunan Positif dan Karakter di Kalangan Peserta Didik”. BAHASTRA, xxxvIII 2 (2018):85-95
Purwo. BK.1990. Pragmatik dan Pengajaran Bahasa. Yogyakarta: Kanisius.
Rahadi, Kunjana 2013. “Reinterprestasi Ketidaksantunan Pragmatik” dalam Jurnal Kajian Linguistik dan Sastra, Volume 25,Nomor 1 (hlm.58-70). Surakarta. Muhammadiyah University Press.
Rahardi, Kunjana 2005. Pragmatik Kesantunan Imperatif Bahasa Pragmatik. Malang: Dioma.
Sugiyono.2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, dan R&D. Bandung. Alfabeta
Suryani, D., & Prabawa, A. H. (2019). Realisasi Tindak Kesantunan Berbahasa dalam Film Dilan 1990 sebagai Bentuk Karakter Pendidikan: Kajian Pragmatik (Doctoral dissertation, Universitas Muhammadiyah Surakarta).
Tarigan, Hendry Guntur.1986. “Pengajaran Pragmatik”. Bandung: Angkasa.
WAHYUNI, W. (2018). Analisis Maksim Kesantunan Berbahasa Indonesia Dakwah Ustaz Nur Maulana Melalui Trans TV (Doctoral dissertation, UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR).
Wigianti, E. (2017). Jilbab di kalangan jurnalis muslimah Kota Semarang (studi fenomenologi tentang motif dan proses) (Doctoral dissertation, UIN Walisongo).
Wijana. I Dewa Putu. 2010. Analisi Wacana Pragmatik. Sukarta: Yuma Pustaka
Yule, George. 2006. Pragmatik. Yogyakarta:Pustaka Belajar.